Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kebakaran Melanda Kantor Jasa Pariwisata di Banjarnegara, Kerugian Capai 1 Miliar

Kebakaran Hanguskan Kantor dan Bengkel BusKebakaran Hanguskan Kantor dan Bengkel Bus
PENDINGINAN: Kantor jasa pariwisata sekaligus bengkel jok bus di Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok terbakar, Minggu (28/6/2026) siang

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebuah kebakaran hebat terjadi di Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu siang, 28 Juni 2026.

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 85 persen bangunan yang berfungsi sebagai kantor jasa pariwisata sekaligus bengkel jok dan mesin bus ini diperkirakan menimbulkan kerugian material mencapai Rp 1 miliar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tragis ini.

Koordinator Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Purwonegoro, Ungki Dedika Prawira Adhi, menyampaikan bahwa laporan mengenai kebakaran tersebut diterima oleh petugas pada pukul 12.00 WIB.

Saat tim Damkar tiba di lokasi kejadian, api sudah berkobar besar dan hampir menguasai seluruh bagian bangunan.

“Informasi masuk ke kami sekitar pukul 12.00, sedangkan kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30,” ungkap Ungki.

Dia juga menjelaskan bahwa besarnya kebakaran tersebut memaksa pihaknya menerjunkan empat unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Keempat unit tersebut berasal dari Pos Damkar Banjarnegara, Purwonegoro, dan Purbalingga.

Selain itu, satu unit mobil tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara dan satu unit ambulans dari Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara juga dikerahkan untuk mendukung proses penanganan kebakaran ini.

Dalam usaha memadamkan api yang berkobar dengan cepat, sebanyak 28 personel gabungan dari berbagai instansi terlibat.

Tim tersebut terdiri dari 16 personel Damkar Banjarnegara, empat personel Damkar Purbalingga, tiga personel BPBD, dan lima personel PMI.

“Kami semua bekerja sama untuk memadamkan api secepat mungkin,” jelas Ungki.

Kebakaran ini menimpa bangunan yang bukan merupakan garasi armada bus tetapi adalah kantor jasa pariwisata serta bengkel jok dan mesin bus.

Dalam insiden tersebut, terdapat sekitar 10 set jok bus yang ikut hangus terbakar.

“Busnya tidak ada di lokasi saat kebakaran terjadi; yang terbakar hanya bangunan kantor dan peralatannya,” terangnya.

Proses pemadaman yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran berlangsung selama kurang lebih 30 menit sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan selama satu jam dan 15 menit untuk memastikan tidak ada bara api yang bisa kembali menyala.

Namun demikian, tim mengalami beberapa kendala saat melakukan pemadaman akibat minimnya sumber air.

Musim kemarau yang melanda wilayah tersebut menyebabkan debit air di saluran irigasi di dekat lokasi kebakaran sudah menyusut drastis.

Situasi ini membuat petugas harus mencari sumber air alternatif untuk membantu memadamkan api.

“Kami sempat kesulitan mendapatkan suplai air karena musim kemarau ini; irigasi di sekitar lokasi sudah surut,” ungkap Ungki menyoroti tantangan yang mereka hadapi saat berusaha mengendalikan kobaran api.

Akibat dari kebakaran tersebut, kerusakan paling parah dialami oleh garasi dan kantor tempat kejadian.

Hanya beberapa bagian seperti gudang di bagian belakang, satu set jok bus, dapur, dan kamar mandi yang berhasil diselamatkan dari amukan api.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.

Kebakaran besar seperti ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat serta instansi terkait dalam hal pencegahan dan penanganan bencana kebakaran di masa mendatang.

Penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kebakaran terutama ketika memasuki musim kemarau seperti saat ini.

Pengetahuan tentang cara-cara pencegahan serta langkah-langkah cepat yang dapat dilakukan dalam menghadapi situasi darurat semacam ini perlu disebarluaskan agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang semakin nyata saat ini, masyarakat juga diajak untuk lebih waspada terhadap potensi risiko kebakaran baik di lingkungan rumah maupun tempat usaha mereka masing-masing.

Dengan langkah preventif yang tepat serta respon cepat dari semua pihak terkait, harapannya adalah bisa meminimalisasi dampak negatif dari bencana kebakaran yang merugikan banyak pihak. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dolar Amerika Serikat

Pembelian Dolar di Atas US$10.000 Tidak Bisa Sembarangan, Ini Aturan dari BI

Berita Selanjutnya
Dana Desa Menipis, Pembangunan Tertunda

Dana Desa Prembun Banyumas Hanya 300 Juta, Proyek Musrenbang Terpaksa Ditunda