BANYUMASEKSPRES.ID, Manohara Odelia, yang sebelumnya dikenal luas sebagai sosok glamor di dunia hiburan, kini mengambil langkah signifikan menjauh dari citra tersebut.
Ia memilih untuk menerapkan gaya hidup minimalis yang lebih sederhana dan tidak terikat pada tren yang terus berubah.
Dalam sebuah wawancara, Manohara secara terbuka mengungkapkan bahwa ia tidak lagi merasa terpengaruh oleh perubahan tren fashion maupun gadget yang terus berganti setiap musim.
“Sebagai perempuan, kita sering kali terbawa arus dengan berbagai tren, baik itu dalam hal fashion maupun teknologi. Saya percaya penting untuk tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan,” ungkap Manohara Odelia.
Pernyataan ini menunjukkan kesadaran yang mendalam akan dampak konsumsi berlebihan terhadap lingkungan.
Dalam hal berpakaian, wanita yang akrab disapa Mano ini sangat selektif dan tidak terjebak dalam pola pikir untuk selalu mengikuti mode terkini.
Ia lebih memilih untuk memanfaatkan koleksi pakaian lama yang telah tersimpan di lemarinya selama bertahun-tahun.
“Saya bukan tipe orang yang mengikuti tren. Banyak baju saya sudah berusia 5 hingga 10 tahun,” jelasnya dengan tegas.
Bukan hanya dalam urusan fashion, sikap minimalis juga diterapkan Manohara dalam penggunaan barang-barang elektroniknya, terutama ponsel.
Di tengah masyarakat yang berlomba-lomba untuk memiliki gadget terbaru demi meningkatkan status sosial mereka, Manohara justru memilih untuk menggunakan perangkat yang ada hingga tidak bisa dipakai lagi.
“Teknologi seperti handphone, baru diganti jika benar-benar rusak atau tidak bisa dipakai lagi. Hal-hal seperti ini sangat berdampak pada lingkungan dan juga membantu keuangan kita,” tambahnya.
Pilihan hidup minimalis ini bagi Manohara bukan sekadar trend atau gaya hidup sementara.
Ia melihatnya sebagai bentuk tanggung jawab moral yang besar terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup makhluk lainnya.
Kesadaran akan dampak perilaku konsumtif manusia terhadap kelestarian alam menjadi salah satu pendorong utama di balik keputusan ini.
“Hal-hal seperti ini sangat berdampak pada lingkungan dan juga membantu kantong kita,” pungkasnya.
Pernyataan Manohara mencerminkan sebuah perubahan paradigma yang cukup menarik di kalangan publik figur lainnya di Indonesia.
Dalam konteks masyarakat modern saat ini, di mana barang-barang konsumerisme terus-menerus ditawarkan dengan iming-iming keunggulan teknologi dan desain terkini, pilihan untuk hidup minimalis dapat dianggap sebagai tindakan berani dan penuh makna.
Lebih jauh lagi, gaya hidup minimalis yang diterapkan oleh Manohara Odelia sejalan dengan gerakan global menuju keberlanjutan.
Di tengah isu-isu lingkungan yang semakin mendesak seperti perubahan iklim dan polusi plastik, pilihan individu untuk mengurangi konsumsi dapat memberikan dampak positif secara kolektif.
Melalui pengalaman pribadi dan pandangannya tentang pentingnya keberlanjutan, Manohara berusaha menjadi teladan bagi generasi muda tentang bagaimana cara hidup lebih sadar dan bertanggung jawab.
Sikapnya ini juga bisa dilihat sebagai upaya melawan budaya konsumsi yang berlebihan di kalangan masyarakat urban saat ini.
Dalam banyak kasus, banyak orang merasa perlu untuk membeli barang baru sebagai bagian dari identitas sosial mereka.
Namun, Manohara menunjukkan bahwa ada alternatif lain untuk mengekspresikan diri tanpa harus mengandalkan barang-barang baru.
Kehidupan minimalis juga mengajarkan kita tentang nilai-nilai penting terkait efisiensi sumber daya dan pengelolaan keuangan pribadi.
Dengan tidak tergoda untuk membeli barang-barang baru secara terus-menerus, individu dapat menghemat uang mereka dan lebih bijaksana dalam pengeluaran sehari-hari. (*/stch/dda)














