BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Lantai dua Masjid Jami Wakafiah di RT 1 RW 10, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, mendadak menjadi arena bermain layangan.
Pada Jumat (20/6), sekelompok anak tampak asyik mengulur benang di pelataran masjid bagian atas. Meskipun terlihat menyenangkan, aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut tidak didesain untuk bermain.
Banyak kabel listrik melintang di sekitar area yang dapat membahayakan anak-anak. Potensi bahaya seperti tersangkutnya benang pada kabel atau risiko tersengat aliran listrik menjadi perhatian serius warga setempat.
“Kalau di lapangan gak ada angin, jadi gak bisa terbang,” ujar Keyzar, salah satu anak yang sering bermain layangan di sana.
Anak-anak biasanya naik ke lantai dua ketika akses tidak dikunci. Mereka membawa gulungan benang dan layangan untuk memanfaatkan hembusan angin kencang guna menerbangkan layangan dari tempat tinggi itu.
Endah, seorang warga sekitar, mengungkapkan bahwa seharusnya lantai dua digunakan untuk kegiatan keagamaan.
“Biasanya di atas itu buat ngaji. Tapi sekarang malah sering dipakai main layangan,” keluhnya dengan nada prihatin.
Fenomena ini membuat sebagian warga merasa resah akan keselamatan anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang dewasa di tempat tinggi tersebut.
“Di sini memang banyak anak-anak. Namanya juga anak-anak, kadang dibilangin susah,” kata Lalan, warga lainnya yang menunjukkan kepeduliannya.
Menurut Lalan, peran aktif orang tua sangat diperlukan untuk mencegah anak bermain di tempat-tempat berbahaya.
Ketegasan dan pengawasan terus-menerus dianggap penting agar mereka tidak menempatkan diri dalam situasi berisiko tinggi.
“Keselamatan anak itu tanggung jawab bersama. Tapi peran orang tua tetap yang utama,” tegas Lalan dengan penuh penekanan pada pentingnya keterlibatan keluarga dalam memastikan keamanan anak-anak mereka.
Ia juga mendorong pengurus masjid untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dengan mengunci akses ke lantai dua saat tidak digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti mengaji.
Hal ini dimaksudkan agar area tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Warga berharap adanya solusi konkret sehingga area masjid tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua kalangan. Terlebih lagi, sebagai tempat ibadah, masjid harus dijaga kesuciannya dan bukan sekadar dijadikan arena bermain bagi anak-anak.
Keberadaan kabel listrik di sekitar lokasi semakin meningkatkan urgensi tindakan pencegahan demi keselamatan para bocah tersebut.
Kegiatan bermain layangan mungkin menyenangkan bagi mereka namun risiko tersangkutnya benang pada kabel dapat berujung fatal jika dibiarkan terus berlangsung tanpa pengawasan ketat.
Peristiwa ini menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan lingkungan sekitar terutama ketika melibatkan generasi muda dalam aktivitas sehari-hari mereka.
Serta memberikan edukasi mengenai bahaya potensial dari setiap tindakan ceroboh saat berada dekat infrastruktur vital seperti jaringan listrik tegangan tinggi maupun bangunan publik lainnya termasuk fasilitas ibadah umat Muslim setempat yaitu Masjid Jami Wakafiah Purwokerto Timur ini. (alw/stch)
















