Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Korsleting Listrik Menyambar Bensin, Warung Jajanan di Binangun Cilacap Terbakar

Korsleting Listrik Sambar Bensin Bakar WarungKorsleting Listrik Sambar Bensin Bakar Warung
SEMPROT: Petugas Damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar sebuah toko di Jepara wetan Binangun

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah warung jajanan di Jalan Citra Jaya, Dusun Karangbawang, Desa Jepara Wetan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, terbakar pada Kamis (13/8/2026) siang.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.20 WIB dan diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian menyambar bensin di sekitar warung.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap Gatot Arief Widodo mengatakan, dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik.

Percikan atau sumber panas dari korsleting tersebut kemudian diduga menyambar bahan bakar yang berada di sekitar warung hingga membuat api cepat membesar.

“Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik yang kemudian menyambar bensin hingga api membesar,” katanya.

Kebakaran warung di Binangun tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat bernama Sugiyanti. Saat kejadian, Sugiyanti sedang berada di dalam rumah dan tengah menyapu.

Sugiyanti kemudian mendengar suara seperti kayu terbakar dari arah depan rumahnya.

Karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, dia keluar untuk memeriksa sumber suara tersebut.

Saat berada di luar rumah, Sugiyanti melihat kobaran api sudah membesar dari warung milik Setya Ningsih.

Api terlihat membakar bagian warung sehingga warga kemudian berupaya melakukan penanganan awal.

Sugiyanti segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Sejumlah warga kemudian berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil berupaya mencegah kobaran api semakin meluas.

Namun, api semakin membesar sehingga warga menyadari bahwa penanganan membutuhkan bantuan petugas pemadam kebakaran.

Warga kemudian menghubungi Pos Damkar Kroya untuk meminta bantuan. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas Damkar Kroya.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar delapan menit setelah menerima laporan kebakaran.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses pemadaman. Kobaran api yang membakar warung segera disemprot menggunakan peralatan pemadam untuk mengendalikan api dan mencegahnya menjalar ke bagian lain.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan.

Tahap tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau sumber panas yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

Petugas juga melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi warung benar-benar aman. Pemeriksaan dilakukan setelah api dinyatakan berhasil dikendalikan.

“Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” tandas Gatot.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran tersebut menyebabkan warung mengalami kerusakan. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena keberadaan bahan yang mudah terbakar di sekitar sumber listrik dapat memperbesar risiko kebakaran.

Dalam kasus tersebut, bensin yang berada di sekitar warung diduga tersambar akibat korsleting listrik sehingga membuat api cepat membesar.

Gatot mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang disebabkan masalah kelistrikan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara rutin.

Instalasi listrik yang sudah rusak, kabel terkelupas, sambungan tidak sesuai standar, maupun penggunaan listrik secara berlebihan dapat meningkatkan risiko korsleting.

Karena itu, kondisi jaringan listrik di rumah maupun tempat usaha perlu diperhatikan.

Selain memeriksa instalasi listrik, masyarakat juga diminta tidak meletakkan bahan yang mudah terbakar di dekat sumber listrik.

Bensin, bahan bakar, gas, kertas, maupun material mudah terbakar lainnya sebaiknya ditempatkan di lokasi yang aman.

“Pastikan instalasi listrik aman dan bahan yang mudah terbakar tidak diletakkan sembarangan,” pungkas Gatot.

Kecepatan warga melaporkan kejadian juga menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran.

Ketika api diketahui mulai membesar, masyarakat segera meminta bantuan Damkar Kroya sehingga petugas dapat menuju lokasi.

Petugas yang tiba sekitar delapan menit setelah laporan kemudian melakukan pemadaman hingga pendinginan.

Penanganan tersebut membuat api berhasil dikendalikan dan tidak dilaporkan menimbulkan korban.

Kebakaran warung jajanan di Jepara Wetan, Binangun, Cilacap, menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan instalasi listrik, terutama di tempat usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar.

Masyarakat diharapkan rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik serta memastikan bahan mudah terbakar disimpan jauh dari sumber listrik.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko kebakaran dan mencegah kerugian yang lebih besar. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
150 Meter Persegi Lahan Terbakar

Lahan Kosong di Purwokerto Timur Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar Orang Tak Dikenal

Berita Selanjutnya
Irigasi Gemuruh Mulai Dialiri Air Secara Bertahap

Setelah 79 Hari Perbaikan, Irigasi Gemuruh Banjarnegara Kembali Dialiri Air