BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Anggota Fraksi PKB DPR RI Taufiq R Abdullah mengajak siswa SMA Negeri 2 Kebumen untuk lebih rajin membaca sejarah.
Menurutnya, memahami sejarah menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk membangun masa depan dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju.
Pesan tersebut disampaikan Taufiq saat melakukan kegiatan bersama siswa SMA Negeri 2 Kebumen, Selasa (11/8).
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya generasi muda memahami berbagai peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.
Taufiq menilai sejarah tidak sekadar menjadi catatan mengenai peristiwa masa lampau.
Sejarah merupakan rangkaian kejadian yang saling berkaitan dan dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat pada masa berikutnya.
“Sebuah bangsa tidak akan menjadi bangsa yang maju kalau bangsa itu tidak memahami sejarah,” kata Taufiq dalam kegiatan tersebut.
Menurut Taufiq, kebiasaan membaca sejarah dapat membantu pelajar memahami bagaimana sebuah bangsa berkembang dari waktu ke waktu.
Berbagai peristiwa yang pernah terjadi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi saat ini dalam menentukan langkah ke depan.
Karena itu, Taufiq meminta siswa tidak hanya menghafalkan tanggal, nama tokoh, maupun rangkaian peristiwa ketika mempelajari sejarah.
Hal yang lebih penting adalah memahami pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.
Ia mendorong para siswa untuk melihat keberhasilan maupun kelemahan yang pernah dialami bangsa.
Dengan cara tersebut, sejarah dapat menjadi bahan evaluasi agar kesalahan yang sama tidak kembali terjadi pada masa mendatang.
“Jangan hanya membaca sejarah, tetapi cari hikmahnya. Cari kelebihan, keberuntungan yang didapat, dan kelemahan-kelemahan yang pernah dihadapi,” ujarnya.
Taufiq menilai generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengambil nilai dari berbagai pengalaman masa lalu.
Keberhasilan yang pernah dicapai dapat menjadi inspirasi, sedangkan berbagai kegagalan dan kelemahan dapat dijadikan bahan evaluasi.
Selain membaca sejarah, Taufiq juga mendorong siswa SMA Negeri 2 Kebumen untuk membaca biografi tokoh-tokoh yang dianggap inspiratif.
Menurutnya, perjalanan hidup seseorang dapat memberikan gambaran mengenai proses panjang yang harus dilalui sebelum mencapai keberhasilan.
Biografi tokoh juga dapat memperkenalkan siswa pada berbagai nilai kehidupan, mulai dari kerja keras, ketekunan, keberanian mengambil keputusan, hingga kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
Dengan membaca perjalanan hidup tokoh, siswa dapat mengetahui bahwa keberhasilan seseorang biasanya tidak diperoleh secara instan.
Ada proses, perjuangan, kegagalan, dan berbagai pengalaman yang membentuk karakter seseorang.
Taufiq kemudian mendorong siswa untuk menemukan tokoh yang dapat dijadikan inspirasi dalam menentukan arah kehidupan.
Tokoh tersebut tidak harus berasal dari bidang tertentu, tetapi bisa siapa saja yang memiliki perjalanan dan nilai positif untuk dipelajari.
Menurutnya, kekaguman terhadap seorang tokoh dapat menjadi awal bagi siswa untuk menentukan target dan gambaran mengenai sosok yang ingin mereka capai di masa depan.
“Dari kekaguman terhadap tokoh itu mereka bisa mengumpulkan, menulis, sehingga mereka menemukan benchmark dalam hidup. Saya harus menjadi seperti ini, seperti itu,” katanya.
Konsep benchmark tersebut dapat membantu siswa memiliki gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai.
Dengan mengenal perjalanan tokoh inspiratif, pelajar dapat mengambil nilai yang sesuai dan menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri.
Bagi pelajar, kebiasaan membaca sejarah dan biografi juga dapat memperluas wawasan di luar materi pembelajaran di sekolah.
Buku dan berbagai sumber sejarah dapat memberikan perspektif berbeda mengenai perjalanan bangsa maupun kehidupan para tokoh.
Taufiq berharap siswa SMA Negeri 2 Kebumen dapat membangun kebiasaan membaca secara konsisten.
Menurutnya, generasi muda yang memahami sejarah akan memiliki bekal lebih baik untuk melihat persoalan masa kini dan menentukan langkah pada masa depan.
Pemahaman sejarah juga dapat membantu siswa mengenali hubungan antara peristiwa masa lalu dan kondisi yang terjadi saat ini.
Dengan demikian, membaca sejarah bukan hanya aktivitas untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga sarana untuk belajar dari pengalaman.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para pelajar agar tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik.
Pengetahuan mengenai sejarah, pengalaman tokoh, serta kemampuan mengambil hikmah dari berbagai peristiwa juga penting dalam membentuk cara berpikir generasi muda.
Melalui kebiasaan membaca sejarah dan biografi tokoh, siswa diharapkan mampu menemukan inspirasi sekaligus menentukan benchmark dalam kehidupan.
Nilai-nilai positif dari masa lalu dapat dijadikan bekal untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik. (mam/stch/dda)














