BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Digitalisasi UMKM mulai dikembangkan hingga tingkat desa di Kabupaten Banjarnegara.
Salah satunya dilakukan Pemerintah Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, melalui peluncuran Pasar Warga Online (Pawon) yang menjadi platform pemasaran produk UMKM lokal secara digital.
Aplikasi Pawon diluncurkan pada Senin (10/8/2026) dengan membawa puluhan produk unggulan Desa Sijenggung.
Lebih dari 40 produk diperkenalkan melalui platform tersebut, mulai dari makanan, minuman hingga berbagai kerajinan yang mengangkat kearifan lokal.
Kepala Desa Sijenggung Suyono mengatakan, kehadiran Pawon merupakan respons terhadap perubahan pola pemasaran yang semakin mengandalkan teknologi digital.
Pemerintah desa ingin membantu pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional.
“Karena sekarang pemasaran sudah serba online atau digital, akhirnya pemerintah desa punya inisiatif untuk menjembatani dengan membuat aplikasi Pawon agar pemasaran kami bisa lebih luas,” ujarnya.
Melalui aplikasi tersebut, produk UMKM dari berbagai dusun di Desa Sijenggung dihimpun dalam satu platform.
Konsepnya menyerupai e-commerce, tetapi produk yang ditawarkan secara khusus berasal dari pelaku usaha lokal Desa Sijenggung.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Produk yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar desa berpeluang diperkenalkan kepada konsumen dari wilayah lain melalui pemasaran berbasis digital.
Bagi pelaku UMKM, persoalan pemasaran memang menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan usaha.
Produk yang memiliki kualitas dan keunikan belum tentu mudah berkembang apabila jangkauan konsumennya masih terbatas.
Karena itu, kehadiran Pawon dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mempertemukan produk lokal dengan konsumen melalui kanal digital.
Pemerintah Desa Sijenggung juga berharap peningkatan pemasaran dapat berdampak terhadap pendapatan masyarakat.
Kepala Disperindagkop UKM Banjarnegara Adi Cahyono mengapresiasi inovasi digital yang dilakukan Pemerintah Desa Sijenggung.
Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM karena pola konsumsi masyarakat kini semakin dekat dengan teknologi.
Sijenggung sendiri telah memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan ekonomi berbasis digital.
Selain mengembangkan konsep desa digital, Sijenggung juga dikenal sebagai desa antikorupsi.
Kehadiran Pawon dinilai dapat memperkuat potensi tersebut melalui sektor ekonomi masyarakat.
“Kalau Pawon ini di tingkat desa, bukan hal yang mustahil kalau nanti menjadi modal bagi Pawon-Pawon di desa lain,” kata Adi.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga membuka peluang untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang tergabung dalam Pawon.
Pendampingan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pemasaran hingga pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI).
Salah satu produk yang menarik perhatian dalam peluncuran Pawon adalah Mieti, yakni mie pati yang dibuat menggunakan bahan dasar singkong.
Produk tersebut dikembangkan sebagai salah satu alternatif pendamping makanan pokok sekaligus menjadi contoh produk lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.
Keberadaan produk seperti Mieti menunjukkan bahwa UMKM desa tidak hanya menawarkan makanan dan minuman yang umum ditemukan di pasaran.
Pemanfaatan bahan baku lokal dan kearifan masyarakat dapat menjadi nilai tambah yang membedakan produk UMKM Sijenggung dengan produk lainnya.
Pelaku UMKM Desa Sijenggung Partini berharap aplikasi Pawon dapat membantu pelaku usaha mengatasi persoalan pemasaran yang selama ini menjadi salah satu kendala.
Dengan dukungan pemerintah desa dan Pemkab Banjarnegara, produk lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat.
“Dengan adanya dukungan dari desa dan Pemkab Banjarnegara ini, kami berharap ke depannya produk UMKM Sijenggung bisa semakin dikenal dan membuka potensi pemasaran yang lebih luas lagi,” harapnya.
Peluncuran Pawon menjadi salah satu langkah Desa Sijenggung dalam mendorong transformasi digital UMKM di tingkat lokal.
Tidak hanya menjadi tempat memasarkan produk, platform tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi ekonomi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Ke depan, keberhasilan Pawon akan sangat bergantung pada konsistensi pelaku UMKM dalam menjaga kualitas produk, memperbarui informasi, serta memanfaatkan pemasaran digital secara aktif.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, platform tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus contoh digitalisasi UMKM desa di Banjarnegara. (far/stch/dda)














