Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Inilah Sejumlah Peralatan yang Wajib Ada Saat Jalankan RoadTrip Keluarga
Kemenhub Pastikan Santunan dan Hak Korban KMP Mutiara Sentosa II Terbakar Dipenuhi

Kemenhub Pastikan Santunan dan Hak Korban KMP Mutiara Sentosa II Terbakar Dipenuhi

234 Korban KMP Mutiara Berhasil Dievakuasi234 Korban KMP Mutiara Berhasil Dievakuasi
MENINJAU: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (ketiga kiri) meninjau korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Gapura Surya Nusantara, Surabaya

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proses penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dilakukan secara maksimal.

Selain memperbarui data korban, pemerintah juga menjamin seluruh hak penumpang dan keluarga korban dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga, hingga santunan dan perlindungan asuransi.

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Kementerian Perhubungan hingga Senin (3/8) pukul 09.00 WIB, sebanyak 234 korban telah berhasil dievakuasi.

Dari jumlah tersebut, 229 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang meninggal dunia akibat insiden kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan proses pendataan korban masih terus berlangsung karena operasi pencarian dan penyelamatan belum sepenuhnya selesai.

Pemerintah juga melakukan verifikasi identitas korban dengan mencocokkannya terhadap manifes penumpang guna memastikan informasi yang diterima keluarga benar dan akurat.

“Kami mendoakan seluruh korban yang masih menjalani perawatan agar segera pulih,” ujar Dudy Purwagandhi.

Menurut Dudy, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh korban maupun keluarga yang terdampak.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi agar seluruh proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan terpadu.

Dalam penanganan insiden ini, Kemenhub bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sumenep, operator kapal, rumah sakit, PT Jasa Raharja, Pelindo, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi korban, pelayanan medis, identifikasi korban, hingga penyelesaian administrasi bagi para penumpang.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa seluruh hak korban menjadi prioritas utama pemerintah.

Korban yang mengalami luka-luka dipastikan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, sementara keluarga korban meninggal akan memperoleh pendampingan selama proses identifikasi hingga penyaluran santunan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan perlindungan asuransi bagi korban tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Operator KMP Mutiara Sentosa II diminta bersikap kooperatif dalam membantu penyelesaian administrasi maupun kebutuhan para korban dan keluarganya.

“Kami telah menginstruksikan jajaran Kementerian Perhubungan untuk terus mengawal proses pemenuhan hak-hak korban dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal. Jangan sampai ada korban ataupun keluarga yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan maupun hak-haknya,” tegas Dudy.

Di sisi lain, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Pemerintah berharap seluruh korban dapat segera ditemukan sehingga proses penanganan dapat berjalan secara menyeluruh.

Tidak hanya fokus pada penanganan korban, pemerintah juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Investigasi tersebut bertujuan mengungkap penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa II agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang.

Hasil investigasi KNKT nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan pelayaran nasional.

Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari standar operasional kapal, prosedur keselamatan, sistem pengawasan, hingga kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami berkomitmen agar setiap pembelajaran dari insiden ini menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar,” kata Dudy.

Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran secara konsisten.

Pemerintah berharap hasil investigasi nantinya dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang mampu meningkatkan keamanan transportasi laut di Indonesia sekaligus memperkuat perlindungan terhadap seluruh penumpang kapal.

Kementerian Perhubungan memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan korban, proses investigasi, serta pemenuhan seluruh hak korban hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi mengenai insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Peralatan Road Trip

Inilah Sejumlah Peralatan yang Wajib Ada Saat Jalankan RoadTrip Keluarga