BANYUMASEKSPRES.ID, YOGYAKARTA – Menekan jumlah kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu fokus utama kepolisian saat ini. Selain memberikan imbauan mengenai etika berlalu lintas, peningkatan kompetensi anggota kepolisian juga menjadi prioritas agar tugas mereka dapat dijalankan dengan efektif.
Dalam upaya mencapai tujuan ini, Astra Motor Yogyakarta bekerja sama dengan Polda DIY mengadakan pelatihan safety riding bagi para polisi muda yang tergabung dalam Ditsamapta Polda DIY.
Ditsamapta Polda DIY memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi preventif dan penanggulangan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat secara terbuka. Hal ini dilakukan melalui kegiatan patroli, penjagaan, pengawalan, dan pengendalian massa.
Pelatihan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta ini bertujuan meningkatkan keterampilan berkendara dan kesadaran atas etika lalu lintas.
Kabag Binopsnal Samapta Polda DIY AKBP Surakhman Widyanto SIKom menjelaskan bahwa keterampilan berkendara dan kesadaran lalu lintas adalah faktor utama untuk menekan angka kecelakaan.
“Sebagai pengayom masyarakat, anggota kepolisian wajib bisa dijadikan contoh oleh masyarakat khususnya mengenai perilaku aman di jalan raya,” ungkapnya.
Sebanyak 180 anggota kepolisian berpartisipasi aktif dalam program kolaborasi antara Astra Motor dan Polda DIY ini. Kegiatan dimulai dengan pemberian teori mengenai aturan lalu lintas oleh instruktur dari Astra Motor Yogyakarta yang berbagi ilmu tentang pentingnya berkendara aman dan benar di jalan raya.
Materi pelatihan meliputi penggunaan perlengkapan berkendara yang aman, menghargai pengguna jalan lain, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Selain itu, pihak Ditlantas Polda DIY divisi PJR Yogyakarta memberikan pelatihan khusus mengenai teknik pengawalan dan cara berkendara menggunakan motor bermesin besar.
Program pelatihan safety riding kali ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Para polisi muda diajak mengikuti training peningkatan skill berkendara yang meliputi teknik statics balancing dengan berbagai tipe sepeda motor mulai dari skutik, sport hingga Big Bike.
Tujuan dari latihan ini adalah meningkatkan kemampuan teknis para polisi agar dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih baik.
Muhammad Ali Iqbal, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta menekankan pentingnya peran polisi sebagai teladan dalam berlalu lintas.
“Polisi merupakan sahabat masyarakat,” ujarnya.
“Dalam menjalankan tugas mengayomi masyarakat mereka harus mampu menjadi role model dalam upaya mewujudkan ketertiban berlalu lintas.” katanya lebih lanjut.
Kerja sama seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman bagi semua pihak. Langkah-langkah proaktif seperti pelatihan safety riding dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk memastikan keselamatan di jalan raya.
Pelaksanaan kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan ilmu tetapi juga membangun sinergi antara instansi kepolisian dengan perusahaan swasta seperti Astra Motor.
Kedua belah pihak berharap inisiatif ini dapat membantu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.
Program pelatihan safety riding tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen semua pihak terkait dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik di Indonesia.
Dengan meningkatnya keterampilan dan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara di kalangan aparat penegak hukum, diharapkan mereka dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat luas.
Langkah-langkah pencegahan semacam ini sangat penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang seringkali disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap aturan serta kurangnya keterampilan berkendara yang memadai.
Dengan adanya pelatihan semacam ini, para polisi muda didorong untuk terus mengembangkan diri sehingga mampu menghadapi tantangan di lapangan dengan lebih siap dan profesional.
Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami teori tetapi juga mempraktikkan langsung teknik-teknik keselamatan berkendara yang telah dipelajari.
Di akhir pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait situasi nyata di lapangan serta bagaimana penerapan pengetahuan baru tersebut dalam keseharian tugas mereka sebagai aparat penegak hukum.
Kolaborasi antara Astra Motor dan Polda DIY menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi anggota kepolisian tidak hanya bergantung pada internal institusi tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk sektor swasta.
Sinergi inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman bagi semua pengguna jalan.
Dalam konteks globalisasi saat ini, profesionalisme anggota kepolisian dalam menangani masalah keamanan dan ketertiban masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Oleh karena itu inisiatif seperti pelatihan safety riding harus terus didorong agar tercipta generasi baru aparat penegak hukum yang lebih kompeten dan berdaya saing tinggi.
Dengan demikian kerja sama antara instansi pemerintah dan sektor swasta di bidang keselamatan berlalu lintas tidak hanya bermanfaat bagi kedua belah pihak tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas terutama dalam hal peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan saat berkendara. (dna/stch)
















