BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Insiden tragis yang menimpa pekerja proyek penguatan tebing di Sungai Klawing masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Purbalingga dan sekitarnya.
Peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Minggu malam (3/8) telah menyebabkan hilangnya nyawa para pekerja yang tengah berjuang membangun infrastruktur di daerah tersebut.
Setelah pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Muhyadi (45), seorang warga Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang. Penemuan ini menjadi titik terang dalam upaya pencarian korban lainnya.
Jenazah Muhyadi ditemukan pada Selasa malam (5/8) di aliran Sungai Klawing, tepatnya di wilayah Desa Majasari, Kecamatan Bukateja. Tubuhnya tersangkut di ilalang pinggir sungai, sekitar sepuluh kilometer dari lokasi awal kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Prayitno, mengungkapkan bahwa setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan jenazah Sarwoyo, yang juga merupakan warga Desa Penaruban. Sarwoyo ditemukan sehari lebih awal pada Senin pagi (4/8) di wilayah Tejasari, Kecamatan Kaligondang.
Proses pencarian kini difokuskan pada satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang, yaitu Tedi Setiawan.
Tedi diketahui sebagai surveyor proyek dan merupakan warga Majenang, Cilacap. Keluarga dari Tedi sudah berada di Purbalingga untuk memantau perkembangan pencarian.
Kepala Basarnas Cilacap, Muhamad Abdullah, menyatakan bahwa upaya pencarian terus dimaksimalkan dengan mengerahkan lebih dari 150 personel dibagi dalam lima tim penyisiran.
Selain itu, teknologi mutakhir seperti drone termal juga digunakan untuk membantu pencarian dengan harapan dapat mempercepat proses penemuan korban yang masih hilang.
Tim SAR melakukan penyisiran mulai dari titik awal kejadian di Penaruban hingga ke Desa Bokol, kemudian dilanjutkan sampai ke Bendung Serayu di Banyumas dan bahkan sampai ke wilayah hilir Adipala di Cilacap.
Pemantauan intensif dilakukan terutama pada sejumlah jembatan dan titik-titik rawan lainnya di sepanjang aliran sungai.
Abdullah menegaskan bahwa operasi pencarian ini akan berlangsung hingga tujuh hari sesuai prosedur operasional standar (SOP). Meski demikian, operasi ini dapat diperpanjang jika diperlukan guna memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, turut hadir memberikan dukungan moral kepada tim SAR yang sedang bertugas.
Dalam apel tim SAR hari ketiga tersebut, Dimas menyampaikan apresiasinya kepada seluruh petugas atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan ini. Ia berharap agar korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan sehingga duka ini bisa sedikit terobati.
“Semoga korban yang masih dicari segera ditemukan,” ujar Wakil Bupati saat meninjau lokasi kejadian.
“Ini duka bersama bagi kita semua.” lanjutnya.
Insiden memilukan ini terjadi ketika tiga pekerja proyek berusaha menyeberangi jalur alat berat pada malam hari ketika hujan deras mengguyur kawasan Sungai Klawing. Arus deras air sungai diduga menjadi penyebab utama mereka terseret tanpa sempat menyelamatkan diri.
Kejadian seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat hujan deras atau potensi banjir bandang.
Meskipun pekerjaan konstruksi sangat penting untuk pembangunan infrastruktur daerah tetap prioritas utama harus diberikan pada keselamatan para pekerjanya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu terus meningkatkan upaya pencegahan insiden serupa dengan menerapkan protokol keselamatan kerja lebih ketat serta memberikan pelatihan mitigasi bencana bagi para pekerja lapangan khususnya mereka yang beroperasi dekat dengan area berisiko tinggi seperti sungai besar atau lereng curam.
Dengan ditemukannya jenazah Muhyadi dan sebelumnya Sarwoyo meski masih ada satu korban lain belum ditemukan masyarakat setempat berharap agar peristiwa tragis seperti ini tidak terulang kembali dimasa mendatang sekaligus menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana mengelola risiko secara efektif demi menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur semacam ini. (tya/stch)
















