BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kebumen mengukir prestasi gemilang dengan berhasil menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional 2025.
Prestasi ini dikukuhkan setelah mereka menerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara yang berlangsung secara hibrid di Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, kemarin.
MAN 1 Kebumen menjadi satu-satunya madrasah di Jawa Tengah yang meraih predikat bergengsi tersebut tahun ini.
Kepala MAN 1 Kebumen, Wachid Adib, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini.
Dalam upacara penghargaan tersebut, dua guru dari MAN 1 Kebumen, Siti Fatkhurrohmah dan Elly Samodrati, hadir untuk menerima penghargaan mewakili Kepala Madrasah yang berhalangan hadir.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten (DLHKP) Kebumen yang telah mendampingi madrasah kami dengan intensif hingga kami mampu meraih penghargaan Adiwiyata Nasional ini,” ujar Wachid Adib kemarin.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan tetapi juga sebagai bukti nyata sinergi kuat antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
Wachid Adib menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan langkah awal dalam mengamalkan Panca Cinta madrasah, khususnya Cinta Lingkungan.
“Ini adalah bukti sinergi yang kuat antara pendidikan dan pemerintah daerah,” imbuh Wachid Adib.
Lebih lanjut, Wachid Adib menyatakan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjalanan. Ia menegaskan bahwa semangat menjaga lingkungan harus terus digelorakan.
“Semangat kita harus terus bergerak menjaga lingkungan. Keberhasilan ini harus berdampak bagi madrasah lain, sehingga kita bisa naik ke jenjang Adiwiyata Mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menekankan peran penting sekolah sebagai pilar utama dalam menghadapi krisis iklim global.
Menteri Hanif menyebut bencana alam sebagai “kalibrasi” alam dan berharap agar setiap madrasah dapat menjadikan alam sebagai panglima pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Menteri Hanif juga menyoroti betapa eksklusifnya penghargaan Sekolah Adiwiyata ini dengan menyatakan bahwa kurang dari satu persen sekolah di Indonesia mendapatkan predikat tersebut.
“Kurang dari 1% sekolah di Indonesia yang mendapatkan predikat Adiwiyata ini,” tegasnya.
Keberhasilan MAN 1 Kebumen tidak hanya menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan tetapi juga konsistensi dalam penerapan prinsip-prinsip lingkungan hijau di institusi pendidikan mereka.
Salah satu poin utama dari lolosnya sekolah sebagai Sekolah Adiwiyata adalah melalui administrasi yang rapi dan teratur, kelengkapan berkas pendukung serta audit untuk memastikan bahwa sekolah benar-benar menerapkan lingkungan hijau yang bersih dan asri di lapangan.
Keberhasilan MAN 1 Kebumen tidak datang begitu saja tanpa usaha keras seluruh pihak terkait.
Dukungan penuh dari DLHKP Kebumen menjadi salah satu faktor penting keberhasilan ini.
Pendampingan intensif serta bimbingan teknis dalam mengimplementasikan program-program lingkungan hidup telah membantu MAN 1 Kebumen mencapai standar tinggi yang ditetapkan untuk mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.
Sebagai satu-satunya madrasah di Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut pada tahun ini, MAN 1 Kebumen kini menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk lebih bersemangat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar mereka.
Dengan tekad yang kuat dan kerja sama antara semua pihak terkait, capaian tingkat nasional ini diyakini dapat ditingkatkan lagi ke level selanjutnya yaitu Adiwiyata Mandiri.
Menjadi bagian dari gerakan sekolah peduli lingkungan tentunya menambah tanggung jawab baru bagi MAN 1 Kebumen untuk terus memimpin inisiatif-inisiatif positif lainnya guna memastikan keberlanjutan program tersebut ke depan.
Harapannya adalah agar semakin banyak sekolah-sekolah lain yang terinspirasi mengikuti jejak MAN 1 Kebumen sehingga tercipta generasi muda yang lebih peduli terhadap kelestarian alam dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim global. (cah/dda)
















