BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN—Para tenaga pendidik di MAN 2 Kebumen mendapatkan kesempatan berharga untuk memperdalam keterampilan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berpihak pada kebutuhan murid.
Kesempatan ini terwujud dalam bentuk kegiatan In House Training (IHT) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen di aula sekolah, kemarin.
Kegiatan ini menandai langkah penting bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan modern yang menekankan pada aspek emosional dan sosial.
Kepala MAN 2 Kebumen, Akhmad Taukhid, MPd, menyampaikan bahwa kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kemenag Kebumen, Sukarno, diikuti oleh seluruh guru dari berbagai mata pelajaran.
“Dengan terselenggaranya IHT ini, MAN 2 Kebumen berharap seluruh guru mampu menerapkan nilai-nilai cinta, empati, dan kehangatan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga madrasah dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kebermaknaan bagi murid,” ujarnya.
Pelatihan ini tidak hanya sekadar formalitas akademik tetapi lebih kepada transformasi cara pandang dalam proses belajar mengajar.
Dalam sesi tersebut, Dr Hj Amiroh Ambarwati SPd MA sebagai narasumber utama memaparkan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang meliputi prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Konsep ini dikaitkan dengan kurikulum berbasis cinta yang mengedepankan koneksi emosional antara guru dan siswa serta relevansi materi ajar dengan kehidupan nyata.
“Melalui pendekatan ini, guru diajak merancang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Hal ini bertujuan untuk membangun dialog antar murid serta menekankan pada proses refleksi,” ungkap Dr Amiroh.
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan interaktif.
Lebih lanjut Dr Amiroh menjelaskan bahwa para guru juga mendapatkan pendampingan praktik penyusunan tujuan pembelajaran, modul ajar, serta strategi asesmen yang sesuai dengan Kurikulum Cinta.
Kurikulum ini dirancang untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian siswa terhadap lingkungannya serta meningkatkan kompetensi mereka dalam berbagai aspek kehidupan.
Dalam konteks pendidikan saat ini, terdapat urgensi untuk mengadopsi metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pendidikan tidak lagi hanya soal transfer pengetahuan tetapi juga bagaimana proses tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan karakter dan keterampilan sosial siswa.
Proses belajar mengajar yang humanis dan berorientasi pada siswa menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Dengan demikian acara seperti IHT di MAN 2 Kebumen menjadi salah satu upaya konkret untuk menjawab tantangan tersebut.
Kegiatan IHT ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.
Dengan adanya pelatihan semacam ini diharapkan dapat terjadi perubahan signifikan dalam metode pengajaran sehingga menjadi lebih relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.
Pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dengan semakin kompleksnya tantangan globalisasi dan digitalisasi di abad ke-21, institusi pendidikan harus mampu beradaptasi dengan cepat guna menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan emosional yang baik.
MAN 2 Kebumen melalui IHT ini telah menunjukkan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan agar setara dengan standar nasional maupun internasional.
“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkala agar peningkatan kompetensi guru dapat terus berlangsung,” tutur Akhmad Taukhid menutup pernyataannya.
Dengan adanya pelatihan-pelatihan semacam ini diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing sehingga cita-cita untuk menciptakan sistem pendidikan yang adil dan merata dapat tercapai. (cah/stch/dda)
















