BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Di Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, tumpukan material batu split telah menciptakan situasi berbahaya bagi pengendara.
Material yang digunakan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut sempat menutup sebagian besar badan jalan, yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, terutama pada malam hari, mengingat ruas jalan yang tergolong sempit dan minim penerangan.
Kapolsek Bukateja, AKP Dono Hendarto, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai insiden yang terjadi pada Senin malam, 20 April 2026. Dalam kejadian itu, sebuah sepeda motor menabrak tumpukan material di jalan.
“Menurut keterangan warga setempat, sekitar pukul 20.30 WIB terjadi kecelakaan tunggal di mana sepeda motor menabrak material tersebut hingga terjatuh. Akibatnya, pengendara harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ungkap Kapolsek pada Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan bahwa material batu split berserakan hingga menutupi sebagian badan jalan dan sangat membahayakan para pengendara yang melintas.
Dalam situasi gelap malam tanpa penerangan yang cukup serta tanpa adanya tanda peringatan, risiko kecelakaan meningkat secara signifikan.
“Kondisi minimnya penerangan dan kurangnya tanda peringatan sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” tegas AKP Dono.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, material batu split tersebut mulai diletakkan di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB pada hari yang sama.
Material ini rencananya akan digunakan untuk proyek pembangunan SPPG di wilayah setempat.
Namun sayangnya, penempatan material ini tidak memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi situasi tersebut dan demi mencegah terjadinya kecelakaan susulan, pihak kepolisian bersama warga bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap material yang mengganggu akses jalan.
Langkah ini diambil agar jalur kembali aman dilalui oleh kendaraan. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan teguran kepada pemilik proyek untuk tidak menaruh material yang dapat mengganggu akses jalan umum.
“Kami ingin menekankan bahwa keselamatan bersama adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, semua pihak harus memperhatikan keamanan lingkungan, terutama di area yang dilalui oleh kendaraan umum,” jelas Kapolsek Bukateja.
Insiden ini bukan hanya menggugah perhatian masyarakat setempat akan pentingnya keselamatan dalam berkendara, tetapi juga menunjukkan perlunya koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak kontraktor proyek dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Proyek pembangunan memang penting untuk kemajuan infrastruktur daerah namun harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan pembangunan seharusnya tidak mengabaikan dampaknya terhadap pengguna jalan lainnya.
Komunikasi yang baik antara kontraktor dan masyarakat serta pihak berwenang sangat penting agar tidak ada lagi kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang.
Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Purbalingga dan sekitarnya, kewaspadaan terhadap kondisi jalan menjadi semakin krusial.
Dalam konteks ini, masyarakat juga memiliki peran penting dalam melaporkan kondisi-kondisi berbahaya seperti tumpukan material atau kerusakan jalan kepada aparat terkait agar tindakan cepat dapat dilakukan.
Di samping itu, instansi pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan agar mematuhi standar keselamatan dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara serta cara-cara melaporkan bahaya di jalan raya juga perlu diperkuat melalui berbagai media komunikasi.
Diharapkan dengan adanya langkah-langkah proaktif dari semua pihak, insiden-insiden serupa dapat diminimalisir bahkan dihilangkan sama sekali.
Kesadaran kolektif akan pentingnya saling menjaga keselamatan bisa menjadi langkah signifikan dalam menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi setiap lapisan masyarakat.
Dengan demikian, insiden yang terjadi di Desa Penaruban bukan hanya sekadar kecelakaan tunggal tetapi merupakan cerminan dari tantangan lebih besar dalam memastikan keselamatan lalu lintas dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar. (tya/stch/dda)
















