BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Program rawat inap yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh puskesmas Kabupaten Banyumas masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan lahan.
Setidaknya tujuh puskesmas di wilayah ini tidak dapat diperluas karena kekurangan ruang yang diperlukan untuk pengembangan fasilitas rawat inap.
Kondisi ini mengakibatkan kesenjangan dalam pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar program tersebut tetap dapat berjalan dengan baik.
Sukamto, selaku anggota Tim Kerja Sarana Prasarana Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas, menjelaskan bahwa ada sepuluh puskesmas yang belum terintegrasi dalam program rawat inap pada tahun ini.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan dan perlunya relokasi beberapa puskesmas.
“Tujuh puskesmas tidak memiliki lahan dan tiga puskesmas lainnya direncanakan untuk direlokasi,” ungkap Sukamto.
Pengembangan fasilitas kesehatan adalah hal yang sangat penting, terutama dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Namun, dalam situasi saat ini, keterbatasan ruang menjadi penghalang utama bagi tujuh puskesmas yang tercatat tidak memiliki lahan untuk memperluas layanan rawat inap mereka.
Puskesmas-puskesmas tersebut termasuk Puskesmas Wangon II, Patikraja, Purwokerto Timur II, Purwokerto Utara I dan II, Sokaraja II dan Sumbang II.
Keterbatasan ruang ini membuat pengembangan fasilitas kesehatan menjadi tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Sukamto juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga puskesmas lainnya yang sedang dalam tahap perencanaan untuk direlokasi demi memperbaiki kesiapan layanan kesehatan.
Ketiga puskesmas tersebut adalah Puskesmas Cilongok II, Somagede, dan Kalibagor.
Relokasi ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap keterbatasan lahan yang ada saat ini.
Dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, penambahan fasilitas rawat inap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Tiga belas puskesmas telah ditentukan sebagai lokasi penambahan layanan rawat inap terdekat dengan harapan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih baik.
Puskesmas-puskemas tersebut meliputi Puskesmas Ajibarang I, Ajibarang II, Sumpiuh II, Banyumas, Pekuncen II, Karanglewas, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur I, Purwokerto Selatan, Kembaran I, Sumbang I, Kedungbanteng, dan Baturaden I.
Proses pengembangan fasilitas kesehatan ini akan dilakukan secara bertahap ,dengan tetap memperhatikan kesiapan lahan dan anggaran yang tersedia.
Sukamto menambahkan bahwa ada opsi bagi Puskesmas Ajibarang untuk diusulkan menjadi tiga puskesmas bersama dengan Cilongok. Namun saat ini masih dalam tahap pencarian lahan yang tepat.
Kondisi ini mencerminkan tantangan yang cukup signifikan dalam sektor kesehatan di Kabupaten Banyumas.
Keterbatasan ruang tidak hanya menghambat pengembangan infrastruktur fisik tetapi juga berdampak langsung pada kemampuan puskesmas dalam memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Dengan meningkatnya angka kebutuhan layanan kesehatan seiring bertambahnya populasi penduduk serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses kesehatan berkualitas, pemerintah daerah harus bergerak cepat mencari alternatif solusi. (yda/stch/dda)
















