Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sumber Air Mengering, 7 Tempat Ibadah di Pejagoan Kebumen Dapat Bantuan Air Bersih

Kemarau, Tempat Ibadah Butuh Bantuan Air BersihKemarau, Tempat Ibadah Butuh Bantuan Air Bersih
BANTUAN: Pemkab menyalurkan bantuan air bersih bagi sejumlah tempat ibadah di Kecamatan Pejagoan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen semakin dirasakan masyarakat.

Tidak hanya mengganggu kebutuhan sehari-hari, kekeringan juga mulai menyulitkan warga mendapatkan air bersih untuk menunjang aktivitas ibadah di sejumlah masjid dan musala.

Sejumlah sumber air di tempat ibadah dilaporkan mengering sehingga kebutuhan air untuk jamaah, khususnya untuk berwudu dan bersuci, menjadi persoalan. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat di Kecamatan Pejagoan.

Keterbatasan air bersih bagi tempat ibadah menjadi persoalan tersendiri karena air merupakan kebutuhan penting dalam pelaksanaan sejumlah aktivitas ibadah.

Warga kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tempat ibadah.

Tujuh Tempat Ibadah Ajukan Bantuan Air Bersih

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, mengatakan permohonan bantuan tersebut segera ditindaklanjuti.

Sebanyak tujuh tempat ibadah di Kecamatan Pejagoan tercatat mengajukan bantuan air bersih.

Tujuh tempat ibadah tersebut tersebar di sejumlah desa. Bantuan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama kondisi keterbatasan air bersih akibat musim kemarau.

Berikut tujuh tempat ibadah di Pejagoan yang mengajukan bantuan air bersih:

  • Masjid Miftakhul Huda Karangpoh.
  • Musala Al Ikhsan Karangpoh.
  • Musala Al Ma’ruf Karangpoh.
  • Musala Sabilus Sholikhin Jemur.
  • Musala Tarbiyatus Sholikhin Jemur.
  • Musala Nurul Yaqin Prigi.
  • Musala Al Barokah Peniron.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas.

Anif Solikhin mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Kemenag Kebumen terhadap masyarakat serta lembaga keagamaan yang terdampak keterbatasan air.

Menurutnya, air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga.

Bagi tempat ibadah, ketersediaan air memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah, terutama kebutuhan bersuci.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Bagi tempat ibadah, ketersediaan air juga penting untuk menunjang pelaksanaan ibadah, terutama kebutuhan bersuci,” ujar Anif, Kamis (3/9/2026).

Kondisi sumber air yang mengering membuat pengelola tempat ibadah harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan jamaah.

Bantuan air bersih diharapkan dapat membantu tempat ibadah tetap menyediakan air bagi masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah.

Keterbatasan air bersih menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat ketika musim kemarau berlangsung.

Sumber air yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun tempat ibadah mengalami penurunan debit hingga mengering.

Bagi warga, kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi lebih sulit.

Air harus dicari dari sumber lain atau didatangkan menggunakan bantuan dari pemerintah dan pihak terkait.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting ketika terjadi di lingkungan tempat ibadah.

Masjid dan musala membutuhkan ketersediaan air untuk menunjang aktivitas jamaah, terutama ketika masyarakat hendak berwudu sebelum melaksanakan salat.

Dengan adanya bantuan air bersih, kebutuhan tersebut diharapkan dapat sedikit teratasi selama sumber air di wilayah sekitar belum kembali normal.

Anif berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi tujuh tempat ibadah penerima di Kecamatan Pejagoan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kebutuhan air selama musim kemarau.

Selain membantu aktivitas ibadah, dukungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini menjadi amal saleh dan membawa keberkahan,” harapnya.

Bantuan air bersih bagi tujuh tempat ibadah di Pejagoan diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kebumen.

Penyaluran air bersih biasanya tidak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga.

Dalam kondisi tertentu, fasilitas umum dan tempat ibadah juga membutuhkan dukungan karena menjadi lokasi yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Masjid dan musala memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tempat-tempat tersebut juga menjadi ruang berkumpul warga.

Ketika sumber air di tempat ibadah mengering, dampaknya tidak hanya dirasakan pengelola, tetapi juga jamaah yang membutuhkan air untuk bersuci.

Karena itu, bantuan air bersih ke tujuh tempat ibadah di Kecamatan Pejagoan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melewati periode kekeringan.

Selama musim kemarau masih berlangsung, kebutuhan air bersih diperkirakan tetap menjadi perhatian bagi wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan sumber air dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat ketika musim kemarau menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit atau mengering. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Prajurit TNI AL Diduga Hadir di Kontes Transgender

Mabes TNI Evaluasi Prajurit AL yang Hadiri Acara Kontes Transgender di Thailand

Berita Selanjutnya
Leo/Daniel Tersingkir di China Masters

Kalah Rubber Game dari Wakil Jepang, Leo/Daniel Tersingkir Dari China Masters 2026