BANYUMASEKSPRES.ID, Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka kesempatan bagi lulusan magister dan doktor yang ingin berkarier sebagai dosen melalui rekrutmen dosen tidak tetap ITB 2026.
Rekrutmen ini mencakup sejumlah fakultas dan sekolah di lingkungan ITB dengan total kebutuhan maksimal 70 dosen.
Meski pendaftaran telah berakhir pada 4 Agustus 2026, informasi rekrutmen ini masih relevan bagi calon pelamar yang ingin mengetahui standar kualifikasi dan proses seleksi dosen di ITB.
Selain itu, pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 28 Agustus 2026. Oleh karena itu, bagi yang sudah ataupun belum mendaftar dapat menyimak dengan baik bagaimana kualifikasi posisi dosen tidak tetap di ITB.
Formasi Dosen Tidak Tetap ITB 2026
Rekrutmen dosen tidak tetap ITB 2026 mencakup berbagai bidang keilmuan. Salah satu unit berkebutuhan terbesar adalah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).

STEI menjadi program studi yang menyediakan kuota sementara hingga 10 orang. Selain itu, Berikut rincian formasi yang dibuka:
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB): 5 formasi
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): 6 formasi
- Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD): 6 formasi
- Fakultas Teknologi Industri (FTI): 5 formasi
- Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD): 6 formasi
- Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM): 5 formasi
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL): 5 formasi
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK): 4 formasi
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM): 5 formasi
- Sekolah Farmasi (SF): 8 formasi
- Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH): 5 formasi
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI): 10 formasi
Kualifikasi bidang studi setiap formasi dapat berbeda. Karena itu, calon pelamar perlu mencermati persyaratan akademik yang ditetapkan oleh fakultas atau sekolah yang dituju.
Syarat Umum Dosen Tidak Tetap ITB
Secara umum, pelamar harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan memenuhi batas usia sesuai jenjang pendidikan.
Untuk posisi dengan kualifikasi S3, usia maksimal adalah 40 tahun per 31 Desember 2026. Sementara itu, pelamar jenjang S2 maksimal berusia 35 tahun pada tanggal yang sama.
Pelamar juga diwajibkan memiliki kondisi jasmani dan rohani yang baik serta berkelakuan baik. Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan lain, seperti tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat terlarang.
Kemudian, ada persyaratan lain seperti tidak pernah dijatuhi hukuman pidana berdasarkan putusan berkekuatan hukum tetap, serta tidak sedang menjalani proses hukum.
ITB juga mensyaratkan pelamar tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari instansi pemerintah maupun institusi lainnya.
Peserta tidak boleh sedang terikat dinas atau wajib kerja, menjadi pengurus maupun anggota partai politik, serta terlibat dalam politik praktis.
Persyaratan lain yang perlu diperhatikan adalah kepemilikan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik (TPA).
Pelamar harus memiliki ELPT ITB dengan skor minimal 77 atau TOEFL ITP yang diselenggarakan ITB dengan nilai sekurang-kurangnya 475.
Selain itu, diperlukan TPA resmi dari UUO PT Bappenas dengan skor minimal 475 dan masih berlaku saat pendaftaran.
Kualifikasi Akademik Pelamar S2 dan S3
Bagi pelamar jenjang S2, kandidat harus mempunyai gelar sarjana dan magister yang relevan dengan posisi yang dituju.
Untuk IPK, minimal 3,00 pada jenjang S1 dan 3,25 pada jenjang S2, masing-masing dari skala 4,00 atau setara. Selain itu, simak fakta menarik profil LPDP yang 20% masih fresh graduate.
Sementara itu, kandidat jenjang S3 harus memiliki gelar doktor pada bidang yang sesuai. Pelamar S3 juga diwajibkan memiliki IPK minimal 3,00 untuk S1 dan 3,25 untuk S2.
Kandidat yang masih menyelesaikan pendidikan doktor dan diproyeksikan lulus paling lambat 1 Mei 2027 tetap dapat mengikuti rekrutmen dengan melampirkan surat pernyataan sesuai format panitia.
Gelar akademik yang digunakan mendaftar harus berasal dari perguruan tinggi luar negeri bereputasi atau perguruan tinggi maupun program studi dalam negeri dengan akreditasi yang memenuhi ketentuan ITB.
Tahapan Seleksi Dosen ITB
Proses seleksi calon dosen tidak tetap ITB terdiri atas beberapa tahap. Setelah seleksi administrasi, kandidat yang memenuhi persyaratan akan mengikuti psikotes dan seleksi kompetensi bidang.
Tahapan berikutnya mencakup wawancara dan microteaching untuk menilai kemampuan kandidat dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Peserta juga akan menjalani MMPI serta pemeriksaan kesehatan. Adapun jadwal yang ditetapkan dalam rekrutmen 2026 adalah batas pengiriman lamaran pada 4 Agustus 2026.
Selanjutnya, akan ada pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 28 Agustus 2026. Jadwal untuk tahapan berikutnya akan disampaikan kemudian oleh ITB.
Bagi calon dosen yang menjadikan ITB sebagai tujuan karier akademik, persyaratan rekrutmen ini dapat menjadi gambaran kualifikasi yang perlu dipersiapkan untuk peluang serupa pada periode berikutnya. (*/nds)














