BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Musim kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun terus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Hingga minggu ketiga Agustus 2026, sebanyak 79 tangki air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 356 ribu liter air bersih.
Bantuan itu telah menjangkau 21 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Kebumen.
Penyaluran dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono, mengatakan pemerintah daerah sejak awal telah menyiapkan alokasi bantuan air bersih untuk menghadapi dampak kekeringan.
“Hingga Agustus sudah disalurkan 79 tangki air bersih. Yakni 75 tangki bersumber APBD atau dari Pemkab dan 4 yang merupakan bantuan CSR dari masyarakat,” ujar Udy, Jumat (21/8).
Pemkab Kebumen sebelumnya mengalokasikan 100 tangki air bersih yang bersumber dari APBD daerah.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan tambahan bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dari alokasi tersebut, sebagian besar telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Namun, pemerintah daerah menyadari kebutuhan air bersih masih berpotensi meningkat karena masyarakat kini berada pada periode puncak musim kemarau.
Bako Humas Pemkab Kebumen, Heri Purwoto, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah tambahan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Pada APBD perubahan, pemerintah berencana menambah 1.400 tangki air bersih. Selain itu, masih tersedia dukungan sebanyak 107 tangki dari sisa dana CSR.
“Jika ada kebutuhan meningkat, pemenuhan akan diperkuat melalui dukungan CSR, TJSL, pergeseran anggaran, maupun Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujar Heri.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terus dipenuhi selama musim kemarau.
Pemkab Kebumen juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk mengajukan bantuan.
Warga yang berada di wilayah terdampak kekeringan tidak perlu mengajukan permohonan secara langsung ke BPBD. Pengajuan dapat dilakukan melalui pemerintah desa.
Permohonan tersebut kemudian diketahui oleh pihak kecamatan sebelum diteruskan kepada BPBD Kabupaten Kebumen.
Setelah diterima, permohonan akan diproses sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Mekanisme tersebut diharapkan memudahkan pemerintah dalam memetakan wilayah yang mengalami kekurangan air sekaligus menentukan prioritas distribusi bantuan.
Penyaluran air bersih hingga Agustus menunjukkan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kebumen.
Sebanyak 21 desa di 10 kecamatan telah menerima distribusi air. Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan dasar di tengah keterbatasan sumber air.
Pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah wilayah yang membutuhkan bantuan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Kebumen membuka ruang bagi dukungan dari pihak swasta melalui program CSR maupun TJSL.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan stok tambahan yang disiapkan melalui APBD perubahan, dana CSR, serta kemungkinan penggunaan anggaran lain sesuai kebutuhan, pemerintah optimistis penyaluran air bersih masih dapat dilakukan apabila permintaan masyarakat meningkat.
Bagi warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, pengajuan melalui pemerintah desa menjadi langkah yang dapat dilakukan agar kebutuhan tersebut segera ditindaklanjuti.
Kondisi kemarau juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menjaga sumber air yang masih tersedia.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di Kabupaten Kebumen. (cah/stch/dda)














