BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris sekaligus penyanyi Ussy Sulistiawaty resmi menutup bisnis kuliner miliknya, Nasi Bejeg Wijaya, setelah menghadapi persoalan internal yang dinilai cukup serius.
Keputusan tersebut menjadi akhir dari perjalanan usaha kuliner yang selama ini dijalankan bersama sejumlah rekan bisnis.
Menurut Ussy, penutupan Nasi Bejeg Wijaya bukan disebabkan oleh minimnya minat konsumen ataupun penurunan penjualan, melainkan karena adanya persoalan keuangan dan konflik internal yang tidak lagi dapat diselesaikan melalui kerja sama yang telah dibangun.
Dalam keterangannya, Ussy mengaku merasa kecewa dengan tindakan sejumlah oknum yang diduga melakukan kerja sama di luar sepengetahuan para pemilik usaha.
Kondisi tersebut akhirnya memicu hilangnya kepercayaan di antara para pihak yang terlibat.
Akibat pengalaman tersebut, Ussy memilih untuk menghentikan sementara aktivitasnya di dunia bisnis.
Ia ingin mengambil waktu untuk menenangkan diri sekaligus mengevaluasi berbagai hal yang terjadi agar kesalahan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
“Untuk sekarang aku lagi nggak mau berbisnis apa-apa. Aku perlu cooling down, menelaah, kenapa seperti ini,” ujar Ussy.
Ia mengaku peristiwa tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga.
Menurutnya, dalam menjalankan usaha, kepercayaan dan kejujuran merupakan fondasi utama yang tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat.
Ussy juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak menjadikan uang sebagai alasan untuk merusak hubungan baik dengan orang lain.
Baginya, nilai persaudaraan jauh lebih penting dibandingkan keuntungan finansial.
“Uang memang kita perlukan, tapi uang bukan segalanya. Jangan pernah korbankan persaudaraan hanya karena uang,” tuturnya.
Meski harus mengakhiri perjalanan Nasi Bejeg Wijaya, Ussy memastikan hubungannya dengan para pemilik lain tetap berjalan baik.
Ia berharap penutupan bisnis tidak memutus tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini.
“Kerja sama kita berakhir sampai di sini, tapi semoga pertemanan kita, persaudaraan kita akan terus berlanjut sampai kapan pun,” katanya.
Sebelumnya, Ussy sempat mengungkapkan bahwa konflik internal muncul setelah adanya dugaan kerja sama yang dilakukan secara diam-diam oleh salah satu oknum tanpa sepengetahuan para pemilik usaha lainnya.
Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Dalam penjelasannya, Ussy menyebut adanya dugaan kontrak yang dibuat di belakang nama besar Nasi Bejeg Wijaya.
Kondisi itu akhirnya memunculkan persoalan baru ketika pihak yang terlibat tidak lagi dapat mempertanggungjawabkan kerja sama tersebut.
“Oknum ini melakukan kerja sama under table Nasi Bejeg. Kalau ini ada untung, kamu yang dapat, karena ini diam-diam. Ketika begini, karena si E kabur, uangmu kesangkut. Kalau nggak kebongkar, kamu dapat keuntungan itu, kami nggak tahu apa-apa,” ungkapnya.
Menurut Ussy, keputusan menutup bisnis merupakan langkah terbaik untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Ia memilih menyelesaikan persoalan secara profesional sambil menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan pemilik lainnya.
Setelah resmi menutup Nasi Bejeg Wijaya, Ussy mengaku ingin lebih fokus kepada diri sendiri dan keluarga.
Ia belum memiliki rencana untuk kembali membuka usaha baru dalam waktu dekat karena ingin memulihkan kondisi mental sekaligus melakukan evaluasi terhadap pengalaman yang baru saja dialaminya.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat.
Ia justru berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi pembelajaran bagi para pelaku usaha agar selalu mengedepankan transparansi, komunikasi yang baik, dan komitmen dalam menjalankan kerja sama bisnis.
Penutupan Nasi Bejeg Wijaya menjadi salah satu keputusan besar dalam perjalanan bisnis Ussy Sulistiawaty.
Di balik keputusan tersebut, ia menegaskan bahwa menjaga integritas, kepercayaan, dan hubungan antarmanusia jauh lebih berharga daripada mengejar keuntungan semata. (*/stch/dda)
















