Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Embung 15 Miliar di Kuntili Ditolak Warga, Pemkab Banyumas Kejar Keputusan Tiga Hari
PBSI Uji Tiga Kombinasi Baru Ganda Campuran, Dejan/Felisha Jadi Sorotan

PBSI Uji Tiga Kombinasi Baru Ganda Campuran, Dejan/Felisha Jadi Sorotan

PBSI Siapkan Tiga Duet BaruPBSI Siapkan Tiga Duet Baru
KOMBINASI: Pasangan Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) kembali melakukan penyegaran di sektor ganda campuran Indonesia.

Tim pelatih menyiapkan tiga kombinasi pasangan baru untuk diuji dalam pertandingan kompetitif sebagai bagian dari evaluasi dan pencarian komposisi terbaik.

Tiga pasangan yang akan mendapatkan kesempatan tersebut adalah Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, serta M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil.

Perubahan komposisi tersebut dilakukan setelah tim pelatih melakukan evaluasi terhadap kebutuhan sektor ganda campuran.

Selain melihat kemampuan individu, pelatih juga ingin mengetahui sejauh mana kecocokan antarpemain ketika dipasangkan dengan tandem baru.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, mengatakan eksperimen tersebut merupakan bagian dari proses untuk mendapatkan format pasangan yang paling sesuai.

Para pemain tidak langsung dinilai berdasarkan hasil satu pertandingan, melainkan diberikan kesempatan membangun chemistry melalui pertandingan kompetitif.

Nova Widianto menjelaskan bahwa sektor ganda campuran Indonesia masih dalam proses mencari komposisi yang paling ideal.

Karena itu, sejumlah kombinasi pasangan akan dicoba sebelum tim pelatih menentukan pilihan akhir.

“Sekarang kami sedang mencari format terbaik untuk sektor ganda campuran. Karena itu, beberapa kombinasi pasangan seperti Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu dan M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil akan kami coba,” ujar Nova.

Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa PBSI tidak ingin terburu-buru menetapkan satu pasangan sebagai komposisi utama.

Kecocokan dalam ganda campuran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga komunikasi, pembagian peran, pola permainan, serta kemampuan beradaptasi ketika berada di lapangan.

Karena itu, pertandingan kompetitif menjadi sarana penting bagi tim pelatih untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan masing-masing pasangan.

Salah satu pasangan baru yang cukup menarik perhatian adalah Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Keduanya sebelumnya memiliki pasangan masing-masing sebelum mendapatkan kesempatan tampil dalam kombinasi baru.

Dejan sebelumnya berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Sementara itu, Felisha sempat menjadi tandem Jafar Hidayatullah.

Kini, Dejan dan Felisha mendapatkan kesempatan untuk membangun chemistry sebagai pasangan ganda campuran baru.

Perubahan tersebut sekaligus membuat tim pelatih dapat melihat bagaimana karakter permainan keduanya ketika berada dalam satu pasangan.

Debut Dejan/Felisha dijadwalkan berlangsung pada Denmark Open 2026. Turnamen tersebut akan digelar pada 13-18 Oktober 2026.

Denmark Open akan menjadi ujian kompetitif pertama bagi kombinasi Dejan dan Felisha.

Dari pertandingan tersebut, tim pelatih dapat melihat bagaimana keduanya menjalankan pola permainan dalam situasi pertandingan sesungguhnya.

Hasil pertandingan tentu menjadi salah satu bahan evaluasi. Namun, Nova menegaskan bahwa penilaian terhadap pasangan baru tidak akan dilakukan secara terburu-buru.

Selain Dejan/Felisha, kombinasi M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil juga akan mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan resmi.

Nawaf/Indah dijadwalkan menjalani debut pada Malaysia Super 100 2026. Turnamen tersebut berlangsung pada 13-18 Oktober, bersamaan dengan pelaksanaan Denmark Open.

Dengan demikian, pekan 13-18 Oktober akan menjadi momentum penting bagi eksperimen PBSI di sektor ganda campuran.

Dua pasangan baru akan menjalani pertandingan kompetitif pada waktu yang hampir bersamaan di turnamen berbeda.

Kesempatan tersebut memungkinkan tim pelatih mendapatkan gambaran mengenai perkembangan pasangan baru dalam situasi pertandingan.

Evaluasi tidak hanya dilakukan berdasarkan skor akhir, tetapi juga dari proses membangun pola permainan dan kemampuan pasangan dalam menjalankan strategi.

Kombinasi lain yang juga disiapkan PBSI adalah Bagas Maulana/Apriyani Rahayu.

Pasangan tersebut menjadi bagian dari eksperimen yang dilakukan Nova bersama tim pelatih untuk mencari format terbaik ganda campuran Indonesia.

Sama seperti dua pasangan lainnya, Bagas dan Apriyani juga membutuhkan waktu untuk membangun kecocokan.

Pergantian pasangan dalam olahraga ganda merupakan proses yang membutuhkan adaptasi.

Pemain harus memahami karakter permainan tandemnya, termasuk bagaimana menentukan pengambilan keputusan ketika berada dalam situasi pertandingan.

Karena itu, tim pelatih memberikan kesempatan kepada ketiga kombinasi untuk menunjukkan kemampuan masing-masing sebelum menentukan pasangan yang dianggap paling ideal.

Nova menegaskan bahwa tim pelatih belum ingin memberikan penilaian terlalu cepat terhadap tiga kombinasi baru tersebut.

Menurutnya, proses membangun pasangan membutuhkan waktu. Pemain harus terlebih dahulu mendapatkan pengalaman bertanding bersama agar pelatih dapat melihat potensi sebenarnya dari setiap kombinasi.

“Kami ingin melihat dulu prosesnya. Jadi, belum bisa menilai pasangan mana yang paling ideal. Semua akan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka,” terang Nova.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa eksperimen pasangan baru bukan berarti PBSI sudah menetapkan komposisi final sektor ganda campuran. Ketiga kombinasi masih berada dalam tahap pengujian.

Pertandingan pada Oktober mendatang akan menjadi salah satu bagian penting dari proses evaluasi tersebut.

Performa di lapangan akan menjadi bahan pertimbangan bagi tim pelatih untuk menentukan langkah selanjutnya.

Dengan adanya tiga kombinasi baru, persaingan internal di sektor ganda campuran Indonesia semakin terbuka.

Setiap pasangan memiliki kesempatan untuk membuktikan kecocokan dan kemampuan mereka dalam pertandingan resmi.

Dejan/Felisha akan mendapat ujian melalui Denmark Open 2026, sedangkan Nawaf/Indah menjalani debut di Malaysia Super 100 2026.

Sementara itu, Bagas/Apriyani juga masuk dalam skema eksperimen yang disiapkan tim pelatih.

PBSI masih memiliki waktu untuk mengevaluasi perkembangan ketiga pasangan tersebut.

Fokus utama bukan hanya mencari pasangan yang mampu meraih hasil cepat, tetapi menemukan kombinasi yang memiliki prospek dan kecocokan permainan untuk kebutuhan sektor ganda campuran Indonesia.

Nova dan tim pelatih pun memilih memberikan kesempatan secara bertahap.

Setiap pertandingan akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah chemistry yang dibangun dapat berkembang menjadi pola permainan yang lebih solid.

Dengan demikian, eksperimen tiga kombinasi pasangan baru tersebut menjadi bagian dari upaya PBSI memperkuat sektor ganda campuran.

Hasilnya akan terlihat setelah para pemain mendapatkan kesempatan bertanding dan menjalani proses adaptasi bersama tandem masing-masing. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga Kuntili Tolak Embung Rp15 Miliar

Embung 15 Miliar di Kuntili Ditolak Warga, Pemkab Banyumas Kejar Keputusan Tiga Hari