Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Natalius Pigai Minta Polda Papua Usut Pelaku Pelemparan Molotov ke Kantor Komnas HAM
Mourinho Bela Vinicius Junior yang Dicemooh Fans Real Madrid Usai Lawan Inter

Mourinho Bela Vinicius Junior yang Dicemooh Fans Real Madrid Usai Lawan Inter

Vinicius Dicemooh Fans MadridVinicius Dicemooh Fans Madrid
DRIBBLE: Pemain Real Madrid Vinicius Junior menggiring bola dikejar pemain Inter Milan Nicolo Barella dalam laga Liga Champions antara Real Madrid vs Inter Milan di Madrid, Spanyol, Selasa (8/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, MADRID — Vinicius Junior kembali menjadi sorotan setelah Real Madrid mengalahkan Inter Milan 2-1 pada matchday pertama Liga Champions 2026/2027 di Santiago Bernabeu.

Winger asal Brasil tersebut mendapat reaksi negatif dari sebagian suporter karena dinilai belum mampu menunjukkan performa terbaiknya sepanjang pertandingan.

Real Madrid tetap mengawali perjalanan di Liga Champions dengan kemenangan. Kylian Mbappé membuka keunggulan Los Blancos, sebelum Federico Valverde mencetak gol kedua.

Inter Milan kemudian memberikan tekanan dan berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi Madrid mampu mempertahankan kemenangan hingga pertandingan berakhir.

Di tengah kemenangan tersebut, perhatian justru tertuju kepada Vinicius. Pemain asal Brasil itu tidak mencetak gol maupun assist dalam pertandingan.

Kontribusinya di lini depan juga dinilai belum maksimal sehingga sebagian pendukung Real Madrid melontarkan cemoohan dari tribun.

Tekanan terhadap Vinicius muncul setelah pertandingan berjalan semakin ketat.

Ia tetap berusaha membantu tim, termasuk ketika Madrid harus menghadapi tekanan dari Inter, tetapi aksinya di sepertiga akhir lapangan belum memberikan dampak yang diharapkan sebagian suporter.

Inter bahkan mampu menguasai lebih dari 64 persen penguasaan bola dan beberapa kali memberikan ancaman ke pertahanan Madrid.

Thibaut Courtois menjadi salah satu pemain penting yang membantu Los Blancos mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.

Situasi tersebut membuat reaksi terhadap sejumlah pemain Madrid semakin terasa ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Vinicius kemudian ditarik keluar pada menit ke-87. Saat meninggalkan lapangan, ia kembali mendapat cemoohan dari sebagian penonton.

Namun, tidak semua pendukung memberikan reaksi negatif karena sebagian lainnya justru memberikan tepuk tangan kepadanya.

Vinicius merespons situasi tersebut dengan bertepuk tangan ke arah tribun sebelum meninggalkan lapangan.

Pelatih Real Madrid Jose Mourinho kemudian memberikan pembelaan terhadap Vinicius setelah pertandingan.

Mourinho mengakui bahwa sang winger belum menunjukkan kemampuan terbaiknya saat menghadapi Inter Milan.

Namun, pelatih asal Portugal itu menilai usaha yang ditunjukkan Vinicius tetap layak mendapatkan apresiasi.

Menurut Mourinho, meski Vinicius belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya dalam duel satu lawan satu maupun penyelesaian akhir, pemain tersebut tetap bekerja keras untuk tim.

“Performanya belum maksimal. Kita belum melihat sosok Vinicius yang piawai dalam situasi satu lawan satu atau yang mampu menuntaskan peluang menjadi gol, namun ia bekerja sangat keras,” jelas Mourinho.

Pernyataan Mourinho tersebut menjadi bentuk dukungan kepada Vinicius ketika sang pemain tengah mendapatkan sorotan dari publik Santiago Bernabeu.

Bagi Mourinho, performa seorang pemain tidak hanya dapat dinilai dari jumlah gol atau assist.

Kerja keras dan kontribusi dalam permainan tim juga menjadi bagian yang perlu diperhitungkan.

Sorotan terhadap Vinicius datang tidak lama setelah masa depannya bersama Real Madrid disebut telah mendapatkan kepastian.

Ia baru menyepakati kontrak baru yang membuatnya tetap berada di klub hingga 2032.

Perpanjangan tersebut semestinya memberikan ketenangan bagi Vinicius setelah proses negosiasi berlangsung selama berbulan-bulan.

Namun, pertandingan melawan Inter justru menunjukkan bahwa kepastian kontrak tidak otomatis menghilangkan tekanan yang datang dari publik.

Vinicius tetap dituntut menunjukkan performa terbaik setiap kali mengenakan seragam Real Madrid.

Terlebih, ekspektasi terhadap pemain bintang di Santiago Bernabeu sangat tinggi.

Situasi ini membuat laga-laga berikutnya menjadi kesempatan penting bagi Vinicius untuk kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari pendukung.

Kemenangan atas Inter sebenarnya menjadi modal positif bagi Real Madrid di awal fase Liga Champions.

Hasil tersebut diraih setelah Madrid mampu memanfaatkan kesalahan lawan dan mempertahankan keunggulan meski Inter memberikan tekanan besar.

Mbappé menjadi pembuka keunggulan setelah memanfaatkan tekanan Madrid terhadap pertahanan Inter.

Gol kedua kemudian lahir dari upaya Valverde yang menekan hingga akhirnya mampu memanfaatkan kesalahan kiper Inter.

Di sisi lain, Vinicius belum memberikan kontribusi langsung berupa gol atau assist.

Kondisi tersebut membuat penampilannya lebih mudah menjadi sorotan, terutama karena ia dikenal sebagai salah satu pemain yang diharapkan mampu menciptakan perbedaan melalui kecepatan dan kemampuan menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu.

Mourinho sendiri sebelumnya sudah menghadapi pertanyaan mengenai tekanan di Real Madrid sejak awal musim.

Ia menekankan pentingnya stabilitas dan struktur bagi klub dalam upaya meraih kesuksesan pada periode keduanya sebagai pelatih Madrid.

Kini, tantangan berikutnya bagi Vinicius adalah menjawab kritik melalui performa di atas lapangan.

Kontrak hingga 2032 memang telah memberikan kepastian mengenai masa depannya, tetapi tuntutan untuk tampil konsisten tetap menjadi bagian dari kehidupan seorang pemain bintang di Real Madrid.

Pembelaan Mourinho menunjukkan bahwa sang pelatih masih memberikan kepercayaan kepada Vinicius.

Bagi winger Brasil tersebut, dukungan itu bisa menjadi modal untuk bangkit dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada pertandingan berikutnya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kantor Komnas HAM Dilempari Molotov

Natalius Pigai Minta Polda Papua Usut Pelaku Pelemparan Molotov ke Kantor Komnas HAM