BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam sebuah langkah inovatif, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen telah meluncurkan majalah baru sebagai sarana informasi dan dakwah bagi jam’iyah.
Majalah ini diluncurkan bersamaan dengan Rapat Pleno Pembahasan Tata Kelola Badan Otonom (Banom) dan Lembaga, serta Pleno Laporan Progres Kinerja Tahunan yang diselenggarakan di Aula Kantor PCNU Kebumen pada Sabtu (13/12).
Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr Imam Satibi, menyatakan bahwa rapat pleno ini merupakan bagian strategis dari upaya konsolidasi organisasi.
Menurutnya, pleno ini menyediakan ruang untuk evaluasi dan penguatan arah gerak Nahdlatul Ulama agar dapat berjalan dengan tertib, terukur, dan berkelanjutan.
“Rapat pleno ini adalah sarana evaluasi sekaligus konsolidasi, agar tata kelola Banom dan Lembaga semakin baik, serta kinerja organisasi dapat terjamin sesuai dengan amanat jam’iyah,” ujarnya.
Peluncuran majalah perdana PCNU Kebumen ini mengambil tema “Kilas Balik Hari Santri Nasional 2025: Lautan Santri, Satu Tekad: Tegak Lurus Menjaga Bangsa”.
Tema ini dipilih untuk mengulas peringatan Hari Santri Nasional 2025 dan menampilkan sejarah perjuangan ulama serta kontribusi santri dalam menjaga keutuhan bangsa.
Dr Imam Satibi menjelaskan bahwa Hari Santri 2025 dimaknai sebagai simbol kebangkitan identitas santri di tengah tantangan global.
“Melalui majalah ini, PCNU Kebumen menegaskan arah perjuangan NU pada penguatan digitalisasi dakwah, kemandirian ekonomi santri, serta kaderisasi berkelanjutan guna melahirkan pemimpin yang cerdas dan berintegritas,” ujar Satibi.
PCNU Kebumen melihat pentingnya media cetak sebagai alat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan sosial yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan majalah ini, diharapkan para santri dan anggota jam’iyah dapat lebih mendapatkan informasi yang mendalam mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan peran mereka dalam masyarakat.
Peluncuran ini juga menandai komitmen NU untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.
Majalah tersebut tidak hanya mengupas sejarah panjang peringatan Hari Santri tetapi juga mengangkat perjalanan spiritual dan sosial para ulama dan santri yang telah turut serta dalam membangun bangsa Indonesia.
Ini adalah upaya untuk menyegarkan kembali memori kolektif tentang jasa-jasa besar mereka yang sering kali terlupakan di tengah arus modernisasi.
Selain itu, majalah ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda santri agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur agama sembari menghadapi tantangan globalisasi.
Dalam konteks modern saat ini dimana dunia digital semakin mendominasi cara manusia berinteraksi satu sama lain, inisiatif pembuatan majalah cetak ini mungkin tampak konvensional namun justru memberikan sentuhan personal yang tidak bisa digantikan oleh media online.
Dr Imam Satibi juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi para santri sebagai salah satu fokus utama dari program-program PCNU Kebumen ke depan.
Dengan kemandirian ekonomi yang kuat maka santri tidak hanya akan mampu berdakwah secara efektif tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana hidup sejahtera sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Di sisi lain rapat pleno yang berlangsung bersamaan dengan peluncuran majalah memiliki makna penting dalam konteks organisasi NU sendiri.
Evaluasi terhadap tata kelola Banom dan lembaga-lembaga di bawah naungan PCNU Kebumen dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua elemen organisasi berjalan sesuai visi misi yang telah ditetapkan bersama.
Keseluruhan acara tersebut menandai langkah konkret dari PCNU Kebumen dalam memperkuat struktur internal organisasi sambil tetap fokus pada misi utamanya yaitu menyebarluaskan ajaran Islam rahmatan lil alamin kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dengan adanya majalah baru ini diharapkan akan ada peningkatan kualitas komunikasi antara pengurus pusat hingga tingkat paling bawah sehingga semua program kerja dapat terealisasi secara optimal.(cah/dda)
















