Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pedagang Taman Pangripta Kranji Purwokerto Kecewa, Iuran Tanpa Manfaat Jelas Fasilitas Tak Juga Terpenuhi

Pedagang taman pangripta kranji kecewaPedagang taman pangripta kranji kecewa

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Para pedagang di Taman Pangripta Kranji masih menunggu kepastian terkait pembangunan fasilitas pendukung yang telah lama dijanjikan oleh pengelola taman.

Hingga Kamis (19/6), para pedagang tersebut terus menyuarakan keluhan mereka mengenai iuran yang harus dibayar tanpa adanya kejelasan manfaat yang diterima.

Susi, seorang pedagang berusia 42 tahun, menyatakan rasa kecewanya karena fasilitas yang dijanjikan belum juga terealisasi.

“Setiap hari ada iuran, pernah juga dijanjiin lapak dan fasilitas buat titip barang. Tapi sampai sekarang belum ada wujudnya,” ungkap Susi dengan nada kecewa.

Para pedagang lain turut merasakan hal serupa. Mereka harus mengeluarkan biaya sendiri untuk perlengkapan dagang seperti listrik dan tempat penyimpanan, suatu kondisi yang menyulitkan usaha kecil seperti mereka untuk berkembang.

Harapan akan adanya dukungan dari pengelola taman seolah-olah hanya menjadi angan-angan belaka.

Keluhan ini sebenarnya sudah disampaikan kepada pihak pengelola taman, namun hingga kini belum mendapatkan tanggapan konkret. Para pedagang merasa seakan dibiarkan tanpa kepastian dan pendampingan yang memadai dalam menjalankan usaha mereka sehari-hari.

Masalah lainnya yang dihadapi adalah kurangnya transparansi dalam pengelolaan iuran harian.

Banyak pedagang mengaku tidak mengetahui bagaimana iuran tersebut digunakan maupun manfaat langsung apa yang seharusnya mereka dapatkan dari pembayaran tersebut.

Fajar, seorang pedagang minuman berusia 50 tahun, berharap ada kejelasan lebih lanjut mengenai hal ini. Ia bahkan mengusulkan pembentukan paguyuban resmi di bawah koordinasi Dinas Perdagangan (Dinperindag) agar bisa memastikan adanya koordinasi serta pengawasan yang lebih baik.

“Semoga saja hal ini segera direalisasikan. Kedepannya bisa dibuatkan paguyuban di bawah Dinas Perdagangan agar selalu ada koordinasi dan pemantauan khusus,” ujar Fajar dengan penuh harap.

Di sisi lain, meskipun banyak keluhan dilontarkan, Fajar tetap mengapresiasi pengelolaan sampah di area taman yang sudah dinilai cukup baik. Ia memuji kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas dalam menangani kebersihan lingkungan sekitar taman secara rutin dan teratur.

“Kalau fasilitas sampah sudah aman, karena di sini langsung dibawahi DLH, jadi rutin dibersihkan,” tambahnya.

Selain itu, para pedagang juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih dalam bentuk pelatihan usaha, bantuan promosi, atau pembinaan lainnya. Mereka percaya bahwa peran pedagang kaki lima di kawasan taman dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Menurut pandangan para pedagang ini, janji-janji tanpa realisasi hanya semakin memberatkan beban mereka sebagai pelaku usaha kecil.

Mereka ingin melihat komitmen nyata dari pihak pengelola taman maupun instansi terkait agar bisa berdagang dengan nyaman dan tertib serta menjamin keberlanjutan usaha mereka.

Pedagang-pedagang ini pada dasarnya merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi lokal Purwokerto. Keberadaan mereka tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan berbagai produk konsumsi sehari-hari tetapi juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Namun demikian, tanpa adanya dukungan serta fasilitas pendukung yang memadai dari pihak pengelola maupun pemerintah setempat, potensi kontribusi positif para pedagang ini terhadap perekonomian daerah belum dapat dimaksimalkan sepenuhnya.

Dalam situasi seperti inilah penting bagi pihak terkait untuk turun tangan memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan kompleks yang tengah dialami oleh para pelaku usaha mikro seperti pedagang kaki lima di Taman Pangripta Kranji ini.

Mereka membutuhkan kebijakan dan program-program konkret dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait lainnya guna mendukung perkembangan usaha kecil tersebut secara optimal sehingga mampu bertahan bahkan tumbuh lebih jauh lagi menghadapi tantangan persaingan pasar saat ini. (zet/stch)

Berita Sebelumnya
Ketua dprd jateng 4

Terdampak Efisiensi Anggaran, Media Perlu Beradaptasi dan Inovatif

Berita Selanjutnya
Mantan pj bupati cilacap ditahan

Mantan Pj Bupati Cilacap Ditahan Jadi Tersangka dalam Kasus Pembelian Lahan Kontroversial BUMD