BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Seorang pejalan kaki mengalami luka cukup serius setelah terserempet sepeda motor di atas Jembatan Kali Pelus, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (24/5) sore sekitar pukul 18.15 WIB, menjelang petang ketika pencahayaan mulai menurun.
Kecelakaan ini langsung dilaporkan ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas hanya 15 menit setelah kejadian, tepatnya pukul 18.30 WIB.
Insiden melibatkan sepeda motor Honda Vario berpelat nomor R-5296-XA yang dikendarai seorang pemuda berinisial I (22), warga Desa Karangsari. Saat kejadian, I melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Susanto, menjelaskan bahwa insiden ini bermula ketika pengendara motor melihat pejalan kaki berada di tengah jalur lalu lintas di atas jembatan. Kondisi jarak yang terlalu dekat membuat pengendara kesulitan menghindar.
“Karena jarak terlalu dekat, motor tidak sempat menghindar dan menyerempet pejalan kaki,” jelas Iptu Susanto.
Korban berinisial MI (62), seorang buruh warga Desa Sambeng Kulon, langsung terjatuh setelah terserempet motor.
Ia mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kiri. Meski mengalami luka cukup serius, korban masih dalam kondisi sadar saat mendapatkan pertolongan pertama.
Korban segera dilarikan ke RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto untuk mendapatkan perawatan. Saat ini, ia menjalani rawat jalan dan dalam pengawasan medis, sementara kondisi umumnya dilaporkan stabil dan sadar penuh.
Sementara itu, pengendara motor tidak mengalami luka fisik dan tetap berada di lokasi setelah kejadian.
Kehadirannya di tempat kejadian memudahkan petugas dari Satlantas Polresta Banyumas untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah laporan diterima.
“Korban luka di kepala tapi sadar. Pengendara tidak luka. Kasus masih kami tangani,” ujar Iptu Susanto dalam keterangannya.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami kejadian tersebut untuk menentukan unsur kelalaian yang menyebabkan kecelakaan. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga dilakukan guna memperkuat data lapangan.
Dalam kejadian ini, faktor waktu dan posisi korban saat berada di jalan menjadi salah satu sorotan penting. Diduga korban berjalan terlalu ke tengah jalan, yang merupakan jalur utama kendaraan di jembatan tersebut.
Minimnya pencahayaan menjelang malam turut memperparah situasi, membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas.
Polisi pun kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, agar lebih berhati-hati terutama saat menjelang malam hari.
Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada pengemudi, namun juga pada kesadaran pejalan kaki dalam menggunakan bagian jalan secara bijak.
“Penggunaan badan jalan harus sesuai dengan fungsinya. Pejalan kaki diharapkan menggunakan trotoar atau pinggir jalan, apalagi saat cahaya sudah mulai redup,” tegas Iptu Susanto.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pejalan kaki kerap kali terjadi akibat kurangnya kewaspadaan bersama.
Situasi seperti ini menunjukkan bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama dan perlu ditingkatkan lewat edukasi berkelanjutan.
Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas. Kepolisian juga tengah mengevaluasi potensi penambahan rambu atau lampu penerangan tambahan di lokasi rawan kecelakaan, termasuk di Jembatan Kali Pelus.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang malam hari, terutama di kawasan jembatan dan jalan sempit, penting bagi semua pihak untuk memprioritaskan keselamatan serta memperhatikan kondisi sekitar. (alw/stch)
















