Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Banyumas Luncurkan Gurih Mass, Fokus Tekan Angka Kematian Ibu Hamil

Banyumas Targetkan Nol Kasus Kematian IbuBanyumas Targetkan Nol Kasus Kematian Ibu
LAUNCHING: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (batik cokelat) secara simbolis melepas balon menandai diluncurkannya Gurih Mass

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Setahun telah berlalu, namun luka yang dialami Yudi (34), warga Cilongok, masih terasa menganga di hatinya.

Kehilangan istri tercinta akibat komplikasi selama kehamilan adalah sebuah pengalaman pahit yang tak akan pernah terlupakan.

Namun, kehidupan baru lahir dari kesedihan tersebut, karena anaknya berhasil dilahirkan dengan selamat dan sehat.

Dalam momen yang penuh emosi ini, Yudi tidak hanya mengenang masa-masa sulit yang dilalui, tetapi juga memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang kesehatan ibu hamil.

“Sebagai orang yang pernah mengalami kehilangan, saya mohon agar kita semua menjaga kesehatan ibu-ibu di Banyumas,” ungkap Yudi dengan mata berkaca-kaca saat berbicara di hadapan peserta dan tamu undangan pada peluncuran Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas (Gurih Mass) yang berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, di Pendopo Si Panji.

Pesan yang disampaikan Yudi sangat sarat makna dan harapan, terutama bagi para calon ibu dan keluarganya, agar tragedi yang menimpanya tidak terulang lagi.

Kehilangan seseorang yang kita cintai adalah pengalaman menyedihkan yang sulit untuk dipulihkan.

“Ditinggal istri, rasa sedihnya lama, tidak sembuh,” tuturnya dengan nada penuh kepedihan.

Melihat kondisi ini, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan bahwa insiden seperti yang dialami Yudi harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk berupaya keras menekan angka kematian ibu (AKI) dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas utama dalam pembangunan kesehatan daerah.

“Di Banyumas ternyata 90% dari kematian ibu hamil itu sebetulnya dapat dicegah melalui skrining deteksi dini selama kehamilan,” tegas Bupati Sadewo setelah membuka acara tersebut.

Ia menyadari bahwa masalah AKI masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kabupaten Banyumas dan perlu menjadi perhatian bersama dari semua lapisan masyarakat.

“Saya ingin agar angka kematian ibu di Banyumas mencapai nol,” lanjutnya dengan penuh harap.

Ia mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas, terutama dalam menangani kasus-kasus AKI.

“Saya meminta agar setiap kehamilan benar-benar direncanakan dan disiapkan dengan baik,” kata Bupati Sadewo menekankan pentingnya perencanaan matang dalam menghadapi kehamilan.

Lebih jauh lagi, Sadewo mengingatkan tentang peran penting suami dalam menjaga kesehatan ibu hamil.

“Suami harus aktif dalam pendampingan dan perencanaan kehamilan serta deteksi dini,” jelasnya.

Dukungan dari pasangan suami istri sangat krusial dalam memastikan kesehatan calon ibu dan perkembangan janin selama masa kehamilan.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Banyumas dr. Dani Esti Novia melaporkan bahwa selama lima tahun terakhir terdapat 51 kasus kematian ibu di wilayah tersebut, termasuk 14 kasus pada tahun 2025 saja.

“Skrining dan deteksi dini adalah kunci utama untuk mencegah AKI,” ujarnya tegas.

Tahun lalu, pihak Dinas Kesehatan juga meluncurkan inovasi bernama Risiko Aja Ora Skrining (RAOS) sebagai model jaringan skrining layak untuk membantu mengidentifikasi risiko sejak awal kehamilan.

“Skrining akan memilah apakah seorang ibu layak untuk hamil atau tidak serta bagaimana kondisi kesehatannya selama kehamilan,” tambah dr. Dani Esti Novia.

Dengan deteksi dini, diharapkan setiap calon ibu dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih sehat dan meminimalkan risiko komplikasi.

Selain itu, partisipasi aktif dari suami juga sangat diperlukan dalam proses pengawalan kehamilan pasangan mereka.

“Peran suami sangat penting dalam menjaga dan mempersiapkan kehamilan agar saat melahirkan ibu tetap sehat dan bayi terlahir dengan selamat,” paparnya.

Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas (Gurih Mass) merupakan salah satu upaya konkrit untuk menekan angka kematian ibu hamil di daerah ini.

Gerakan ini memiliki misi untuk menciptakan kondisi sehat sejak pra-kehamilan hingga melahirkan dengan aman serta memastikan keselamatan bagi ibu dan bayi.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil serta keluarga mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan,” ujar dr. Dani Esti Novia menjelaskan tujuan dari peluncuran Gurih Mass ini.

Program ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan KB, camat setempat, Tim Penggerak PKK, kepala puskesmas, perwakilan KB serta para calon ibu hamil beserta suaminya.

Dalam acara peluncuran Gurih Mass tersebut hadir sekitar 180 peserta dari berbagai latar belakang yang semuanya memiliki kepentingan terhadap kesehatan reproduksi perempuan dan anak-anak di Kabupaten Banyumas.

Kesadaran akan pentingnya perawatan prenatal harus terus ditingkatkan agar setiap wanita mendapatkan akses terhadap informasi yang memadai mengenai kesehatan selama kehamilan.

Dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami betapa vitalnya perhatian terhadap kesehatan reproduksi perempuan serta pentingnya dukungan dari keluarga terutama suami dalam mendampingi proses kehamilan hingga persalinan. (ads/dda)

Berita Sebelumnya
Sampah Numpuk di Belakang Lapas Cilacap

TPS Ilegal di Belakang Lapas Cilacap Disorot, Warga Terancam Denda hingga 5 Juta

Berita Selanjutnya
Alun alun Jadi Prioritas Penataan Kota

Pemkab Temanggung Siapkan Revitalisasi Alun-alun dan City Walk Hingga 2030