BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen telah memperkenalkan studio live di Pasar Tumenggungan sebagai langkah inovatif untuk membantu pedagang beradaptasi dengan era digital.
Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan pemasaran digital bagi para pedagang, namun kenyataannya, belum seluruh pedagang siap memanfaatkan kesempatan ini.
Banyak yang masih menghadapi tantangan dalam hal keterampilan dan keberanian untuk tampil di depan kamera, sebuah langkah yang dianggap cukup menantang bagi sebagian besar dari mereka.
Salah satu pedagang yang berjualan di Pasar Tumenggungan, Ifah (50), mengaku memiliki keinginan untuk memanfaatkan studio live tersebut.
Meski begitu, ia belum berani mencoba tampil berjualan secara langsung di depan kamera.
Ifah, yang telah berdagang pakaian sejak tahun 1990-an, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya belum siap untuk tampil di depan kamera.
Ia menjelaskan bahwa penjualan pakaiannya mengalami penurunan signifikan, terutama setelah pandemi melanda beberapa tahun lalu.
Menurutnya, penurunan ini tidak terlepas dari semakin maraknya penjualan secara online yang lebih diminati masyarakat.
“Belum bisa ngomong, belum berani. Kalau cuap-cuap di belakang sih bisa. Kalau di depan (kamera) belum berani mentalnya,” ujar Ifah pada Minggu (1/2).
Hingga kini, pemasaran online yang dilakukan Ifah masih sebatas mengunggah foto produk melalui aplikasi pesan singkat.
Meskipun demikian, ia menyatakan bersedia mengikuti pelatihan jika dinas terkait mengadakan program pendampingan bagi pedagang.
Serupa dengan Ifah, Umi (40), seorang pedagang lainnya yang juga berjualan pakaian di Pasar Tumenggungan selama sekitar 11 tahun terakhir, masih bergantung pada pembeli yang datang langsung ke lapaknya.
Walau demikian, Umi juga memasarkan barang dagangannya secara online melalui aplikasi pesan singkat.
Namun, ia menyatakan belum memiliki keberanian untuk melakukan siaran langsung atau ‘live streaming’ dalam memasarkan produknya.
“Kalau live belum berani. Ora pede (percaya diri) ngomong (depan kamera),” terangnya.
Ketua Tim Pengembangan Sarana Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kebumen, Arief Setiawan menyadari bahwa kondisi pasar saat ini memang cenderung sepi terutama di lantai dua Pasar Tumenggungan.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong para pedagang untuk mulai memanfaatkan peluang pemasaran digital.
Arief menjelaskan bahwa Pemkab Kebumen menyediakan studio live sebagai fasilitas yang dapat digunakan oleh pedagang Pasar Tumenggungan maupun dari pasar lain.
Hingga saat ini pun baru beberapa pedagang dari pasar lain yang sudah mulai memanfaatkan studio live tersebut untuk memasarkan produk-produk mereka secara digital.
Dalam upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pemanfaatan studio live dan mendukung proses pemasaran digital pedagang setempat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggandeng mahasiswa dari empat universitas lokal di Kabupaten Kebumen.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut turut dilibatkan untuk mengembangkan konsep studio live sekaligus memberikan bantuan teknis kepada para pedagang.
Keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu meningkatkan daya saing para pelaku usaha kecil dan menengah tetapi juga menjadi jembatan antara teknologi digital dengan tradisi perdagangan konvensional yang ada di Pasar Tumenggungan. (mam/dda)
















