BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, pada Selasa malam, 28 April.
Seorang perempuan, yang kemudian diidentifikasi sebagai Ponirah (44), warga Desa Mujur, ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di jalur rel KM 371+2/3, tepatnya di Desa Gentasari RT 02 RW 06.
Insiden ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 20.00 WIB dan memicu keprihatinan serta perhatian dari masyarakat setempat.
Menurut keterangan Kapolsek Kroya, AKP Iwan Efendi, peristiwa tragis ini bermula ketika seorang penjaga perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu mendapati serpihan tubuh manusia tergeletak di rel kereta api.
“Awalnya saksi yang sedang berjaga mendapati adanya serpihan tubuh manusia di rel kereta api di depan pos. Selanjutnya dilaporkan ke Stasiun Kroya dan Polsek Kroya,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu pagi, 29 April.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari pihak kepolisian, diduga kuat korban tertabrak oleh Kereta Api Logawa yang sedang melaju dari arah selatan.
Benturan yang terjadi sangat keras sehingga tubuh Ponirah terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi awal kejadian.
“Diduga korban kurang hati-hati saat melintas di jalur rel dan tidak mengetahui adanya kereta yang sedang melaju,” jelas Kapolsek Iwan Efendi.
Petugas kepolisian segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengamankan barang-barang milik korban yang berserakan di sekitar tempat kejadian.
Beberapa barang yang ditemukan antara lain jaket kain kombinasi berwarna merah, putih, dan hijau bertuliskan “Mestika Sari” serta sepasang sandal perempuan.
Barang-barang tersebut menjadi saksi bisu dari kecelakaan tragis yang menimpa Ponirah.
Insiden kecelakaan ini bukan hanya menyedihkan bagi keluarga korban tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan saat berada di sekitar jalur rel kereta api.
Meskipun perlintasan kereta api merupakan bagian dari infrastruktur transportasi yang vital, kesadaran akan keselamatan perlu ditingkatkan demi menghindari kejadian serupa di masa depan.
Dalam konteks ini, pihak kepolisian juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada saat beraktivitas di dekat jalur kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan tanda-tanda peringatan dan tidak gegabah saat melintas,” tambah Kapolsek Iwan Efendi.
Tragedi seperti ini sering kali terjadi karena kurangnya perhatian terhadap keselamatan diri sendiri saat berada di dekat jalur rel kereta api.
Korban mungkin tidak menyadari betapa cepatnya kereta api dapat meluncur dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh tabrakan tersebut.
Kecelakaan seperti ini dapat dicegah jika semua pihak saling berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Kejadian serupa juga pernah menimpa warga lain sebelumnya, menunjukkan bahwa ketidakpedulian terhadap keselamatan dapat berakibat fatal.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus menerus diberikan edukasi tentang keselamatan di perlintasan kereta api.
Melihat situasi ini, masyarakat setempat merasa sangat kehilangan atas kepergian Ponirah.
Teman-teman dan keluarganya berbagi kenangan indah tentang sosoknya yang dikenal baik hati dan ramah kepada semua orang. Keberadaannya akan sangat dirindukan oleh orang-orang terdekatnya.
Seiring dengan penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian, semoga tragedi ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua orang untuk lebih menghargai keselamatan diri sendiri dan orang lain saat berada di dekat jalur kereta api. (jul/stch/dda)
















