Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sektor Pariwisata Indonesia Tumbuh 13,14 Persen pada Kuartal I 2026, Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional

Pariwisata Sektor Pertumbuhan Ekonomi TertinggiPariwisata Sektor Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi
BUDAYA: Wisatawan mengelilingi Penari Kecak Bali

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Sektor pariwisata kembali menunjukkan peran strategis sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, industri pariwisata justru mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya pada kuartal I 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sektor pariwisata tumbuh hingga 13,14 persen secara tahunan (year on year), jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa industri pariwisata Indonesia terus mengalami pemulihan sekaligus mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut Airlangga, kinerja positif sektor pariwisata menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat meskipun perekonomian dunia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi global hingga ketidakpastian geopolitik.

“Terlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama. Sektor pariwisata memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit, yaitu 13,14 persen,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh meningkatnya mobilitas wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan data pemerintah, sepanjang Mei 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta orang.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara juga terus mengalami pertumbuhan. Tercatat sebanyak 106,16 juta perjalanan wisata domestik terjadi selama Mei 2026.

Tingginya mobilitas masyarakat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sektor pariwisata semakin pulih dan kembali menjadi pilihan masyarakat sebagai aktivitas rekreasi maupun bisnis.

Pemerintah menilai peningkatan kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor parhotelan dan destinasi wisata, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor pendukung lainnya seperti transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain meningkatnya jumlah wisatawan, pemerintah juga melihat berkembangnya tren bleisure, yaitu perpaduan antara perjalanan bisnis (business) dan liburan (leisure).

Konsep tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sekaligus mendorong kunjungan wisata ke berbagai daerah.

Airlangga menjelaskan, tren bleisure membuka peluang bagi Indonesia untuk mengintegrasikan penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional maupun internasional dengan destinasi wisata unggulan.

Dengan demikian, penyelenggaraan event tidak hanya memberikan dampak ekonomi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tujuan.

Pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing industri wisata nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan platform Event by Indonesia (EBI) yang berfungsi sebagai pusat informasi berbagai kegiatan pariwisata di seluruh Indonesia.

Melalui platform tersebut, masyarakat maupun wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan event seni budaya, olahraga, kegiatan MICE, hingga berbagai agenda wisata yang berlangsung di berbagai daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global.

Menurutnya, pemerintah saat ini juga menjalankan program Pariwisata 5.0, yaitu konsep pengembangan pariwisata berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, cepat, dan personal bagi wisatawan.

“Melalui program unggulan Pariwisata 5.0 kami, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu, kami meluncurkan MaiA, sebuah perencana perjalanan berbasis AI yang mempermudah perencanaan perjalanan menjadi lebih personal,” ujar Widiyanti.

Kehadiran teknologi AI diharapkan mampu membantu wisatawan dalam menentukan destinasi, menyusun jadwal perjalanan, memilih akomodasi, hingga memperoleh rekomendasi aktivitas wisata sesuai minat masing-masing.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia.

Pemerintah optimistis kombinasi antara pertumbuhan kunjungan wisatawan, penguatan sektor ekonomi kreatif, penyelenggaraan berbagai event berskala nasional maupun internasional, serta transformasi digital akan semakin meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sektor pariwisata juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat dan dukungan inovasi digital, sektor pariwisata diproyeksikan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Pemerintah pun berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat dapat semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Asia maupun dunia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ruang Fiskal Menyusut Rp 133,9 Miliar

Ruang Fiskal Banjarnegara Menyusut 133,9 Miliar, DPRD Bahas Perubahan APBD 2026

Berita Selanjutnya
Peternakan Lebah Kebulusan Dikenalkan kepada Generasi Muda

Peternakan Lebah di Kebumen Jadi Wisata Edukasi, Siswa SMA Belajar Budidaya dan Panen Madu