BANYUMASEKSPRES.ID, Politeknik Pelayaran Surabaya kembali membuka Seleksi Penerimaan Calon Taruna dan Taruni atau Sipencatar Gelombang 3 Tahun 2026.
Pendaftaran dilakukan secara daring dan masih berlangsung hingga 13 Juli 2026 melalui laman resmi Sipencatar.
Poltekpel Surabaya merupakan salah satu sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Meski berstatus sekolah kedinasan, seleksi gelombang ketiga kali ini dibuka melalui jalur pola non pembibitan.
Jalur tersebut dikenal sebagai jalur mandiri yang tidak menerapkan sistem ikatan dinas bagi peserta. Sebagai informasi, Poltekpel Surabaya memiliki dua jalur penerimaan taruna dan taruni yang dapat dipilih pendaftar.
Jalur pertama adalah pola pembibitan yang termasuk jalur ikatan dinas resmi di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Seleksi pola pembibitan dibuka secara nasional dan serentak melalui mekanisme yang dikoordinasikan Badan Kepegawaian Negara.
Taruna dan taruni yang lulus melalui jalur tersebut akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.
Mereka nantinya bertugas di lingkungan Kementerian Perhubungan sesuai ketentuan dan kebutuhan instansi pemerintah terkait.
Sementara itu, jalur kedua dikenal sebagai pola non pembibitan atau jalur mandiri bagi peserta. Pada jalur ini, peserta tidak diwajibkan menyetujui ketentuan ikatan dinas sebagaimana pola pembibitan resmi.
Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan memiliki kebebasan menentukan arah karier sesuai pilihan masing-masing peserta.
Alumni jalur mandiri dapat bekerja pada perusahaan pelayaran niaga nasional maupun perusahaan pelayaran internasional.
Selain berkarier di sektor swasta, lulusan juga tetap memiliki peluang mengikuti seleksi CPNS pemerintah. Namun proses tersebut dilakukan secara mandiri ketika seleksi CPNS atau ASN dibuka oleh pemerintah.
Bagi calon peserta, terdapat sejumlah persyaratan umum yang wajib dipenuhi sebelum mengikuti proses seleksi. Pendaftar harus berstatus Warga Negara Indonesia dan berusia minimal enam belas tahun saat pendaftaran berlangsung.
Batas usia maksimal yang diperbolehkan adalah dua puluh tiga tahun pada tanggal 1 September 2026. Selain usia, terdapat ketentuan tinggi badan minimum yang harus dipenuhi oleh seluruh calon peserta.
Calon taruna wajib memiliki tinggi badan minimal 160 sentimeter sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Sementara calon taruni diwajibkan memiliki tinggi badan minimal 155 sentimeter untuk mengikuti seluruh tahapan.
Peserta juga harus berbadan sehat serta bebas dari gangguan fisik, mental, HIV/AIDS, dan narkoba. Persyaratan lainnya mengatur bahwa calon taruna tidak memiliki tato maupun bekas tato pada tubuh.
Calon taruna juga tidak diperbolehkan memiliki tindik ataupun bekas tindik selain ketentuan agama tertentu. Sementara calon taruni tidak boleh memiliki tato maupun bekas tato pada bagian tubuh manapun.
Untuk tindik, taruni hanya diperbolehkan memiliki satu pasang tindik pada telinga kiri dan kanan. Peserta juga harus memiliki ketajaman penglihatan normal serta tidak mengalami buta warna parsial maupun total.
Calon peserta tidak boleh sedang menjalani ataupun terancam hukuman pidana akibat tindak kejahatan tertentu. Selain itu, peserta tidak pernah diberhentikan tidak hormat dari perguruan tinggi maupun lembaga serupa.
Panitia juga akan menggugurkan peserta yang terbukti melakukan pemalsuan identitas ataupun dokumen pendaftaran. Setiap peserta wajib menandatangani surat pernyataan calon taruna menggunakan materai Rp10 ribu sesuai ketentuan.
Pendaftar juga diwajibkan memiliki alamat surat elektronik aktif dan disarankan menggunakan layanan Gmail.
Pada jenjang Diploma Empat, tersedia empat program studi yang dapat dipilih calon peserta. Program tersebut meliputi Teknologi Rekayasa Operasi Kapal, Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal, dan Teknologi Rekayasa Kelistrikan.
Selain itu tersedia pula program studi D4 Transportasi Laut bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Untuk jenjang Diploma Tiga, tersedia program studi Nautika, Teknika, serta Elektro Pelayaran.
Program-program tersebut menerima lulusan SMA, MA, Paket C, maupun sejumlah program keahlian SMK tertentu. Setiap program studi memiliki ketentuan latar belakang pendidikan yang berbeda sesuai kebutuhan kompetensi.
Biaya pendaftaran Sipencatar Poltekpel Surabaya ditetapkan sebesar Rp150 ribu selama masa pendaftaran berlangsung. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi wajib membayar biaya seleksi lanjutan sebesar Rp2.145.000.
Biaya tersebut mencakup seleksi akademik, psikotes, kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara yang dilaksanakan bertahap.
Pendaftaran dan seleksi administrasi berlangsung mulai 4 Juni hingga 13 Juli 2026 mendatang. Peserta yang lolos administrasi akan diumumkan untuk mengikuti tahapan berikutnya pada 17 Juli 2026.
Seleksi kesehatan dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli dan dilanjutkan psikotes sehari setelahnya.
Tahapan seleksi akademik TPA akan dilaksanakan pada 22 Juli sesuai jadwal resmi panitia. Seleksi kesamaptaan berlangsung pada 23 Juli dan dilanjutkan tahapan wawancara tanggal 24 Juli.
Pengumuman kelulusan akhir Sipencatar Poltekpel Surabaya dijadwalkan pada tanggal 7 Agustus 2026 mendatang.
Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan melakukan daftar ulang mulai 7 hingga 14 Agustus. Calon taruna dan taruni dapat mempersiapkan seluruh persyaratan sejak sekarang sebelum masa pendaftaran berakhir. (vip)














