BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam momen yang penuh makna untuk merayakan Hari Wayang Nasional, Polres Purbalingga, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, siap menyuguhkan pertunjukan budaya yang unik dan edukatif.
Acara ini akan menghadirkan pentas Wayang Dablongan bertajuk “Bawor Dadi Dukun” pada Jumat (7/11/2025) pukul 19.30 WIB di halaman Satpas Polres Purbalingga.
Pertunjukan ini diperkirakan akan menjadi magnet bagi masyarakat lokal, menghadirkan tiga dalang berbakat yaitu Ki Sigit Blewuk, Ki Tarmin Ngaklak, serta dalang cilik Aqil Gibran Suzeta.
Kehadiran dalang lintas generasi ini diharapkan dapat menyajikan hiburan segar sekaligus memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya Banyumasan.
Kapolres Purbalingga, AKBP Achmad Akbar, menegaskan bahwa pertunjukan Wayang Dablongan ini tidak sekadar hiburan.
Ini adalah wujud nyata dari apresiasi Polres terhadap kekayaan budaya lokal serta sebagai medium untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Melalui budaya, kita membangun kedekatan dan rasa saling memahami,” ujar Achmad Akbar dalam wawancara pada Rabu (5/11/2025).
Pernyataan Kapolres ini mencerminkan bagaimana momen budaya dapat menjadi jembatan penghubung antara komunitas dan aparat penegak hukum.
Lebih jauh, pementasan wayang ini menjadi ruang kebersamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, seniman, hingga warga Purbalingga.
Dengan kemasan yang ringan dan menghibur, pertunjukan ini diharapkan mampu memperkuat rasa persatuan serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional Indonesia.
“Polres Purbalingga berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang humanis, edukatif, dan kultural bersama seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Purbalingga,” tambah Achmad Akbar.
Wayang Dablongan sendiri dikenal sebagai seni pedalangan khas Banyumasan yang sarat dengan humor dan kritik sosial ringan.
Karakteristik gaya tutur yang jenaka menjadikannya mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Pertunjukan ini tetap relevan di tengah masyarakat modern karena mampu menyampaikan pesan moral dan sosial dengan cara menghibur.
Keberhasilan Wayang Dablongan dalam menarik perhatian masyarakat mencerminkan betapa pentingnya menjaga kelestarian budaya tradisional agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara Polres Purbalingga dan Pemkab menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
Upaya ini sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa bangga dan cinta generasi muda terhadap identitas budaya mereka sendiri.
Dengan menggandeng dalang lintas generasi, acara ini juga memberikan kesempatan bagi para dalang muda untuk belajar langsung dari para seniornya yang lebih berpengalaman.
Pertunjukan Wayang Dablongan kali ini juga membawa harapan baru bagi para pegiat seni tradisional untuk terus berkarya dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
Sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki nilai historis tinggi, wayang menjadi simbol kebijaksanaan dan filosofi hidup yang mendalam bagi masyarakat Jawa.
Di sisi lain, keterlibatan dalang cilik seperti Aqil Gibran Suzeta menunjukkan adanya regenerasi dalam seni pedalangan.
Ini adalah langkah positif dalam memastikan keberlanjutan seni wayang agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Aqil Gibran Suzeta merupakan contoh inspiratif bagi anak-anak seusianya untuk berani tampil dan mengembangkan bakat mereka dalam bidang seni tradisional.
Kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian acara-acara semacam ini bukan hanya sekedar tontonan tetapi juga menjadi wadah edukasi serta pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat.
Dengan digelarnya pertunjukan Wayang Dablongan ini Polres Purbalingga berharap agar hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat serta tercipta suasana harmonis di lingkungan sekitar.
Ini sejalan dengan visi Polres untuk selalu hadir mendampingi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini
Dengan demikian peringatan Hari Wayang Nasional tahun ini bukan hanya sekedar seremonial tahunan namun menjadi momentum penting bagi kita semua untuk terus menjaga serta melestarikan kekayaan budaya. (tya/dda)
















