BANYUMASEKSPRES.ID, Grup I Piala Dunia 2026 telah memasuki matchday kedua, menghadirkan laga yang dinanti-nanti antara Timnas Prancis dan Timnas Irak pada Selasa, 23 Juni WIB.
Pertandingan ini diikuti duel Norwegia melawan Senegal. Meskipun Prancis dianggap sebagai tim unggulan, pelatih Didier Deschamps menekankan pentingnya untuk tidak meremehkan lawan.
Kedua tim, Prancis dan Norwegia, memulai turnamen dengan kemenangan meyakinkan pada laga pertama mereka di Grup I, yang menjadikan mereka difavoritkan untuk maju ke babak 32 besar.
Namun, situasi di lapangan seringkali tidak sesuai dengan prediksi di atas kertas.
Irak, meskipun baru saja menelan kekalahan telak dari Norwegia dengan skor 1-4, tetap memiliki potensi untuk memberikan kejutan dalam laga tersebut.
Menyadari hal ini, Deschamps meminta anak asuhnya untuk tetap waspada dan fokus saat menghadapi pertandingan kedua.
Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada awak media, pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps mengingatkan bahwa status unggulan timnya tidak boleh membuat mereka lengah.
“Jangan anggap mereka (Irak) sebagai tim kecil karena mereka bukan tim kecil,” ujar Deschamps tegas.
Ia menyebutkan beberapa hasil pertandingan Irak yang menunjukkan kemampuan mereka berkompetisi melawan tim-tim kuat.
“Dalam pertandingan melawan Bolivia, yang merupakan tim Amerika Selatan yang bagus, mereka berhasil menang atas Meksiko dengan skor 2-1 di turnamen play-off Piala Dunia 2026,” jelasnya.
“Kalian tahu Spanyol? Mereka berhasil bermain imbang (1-1) meski itu hanya pertandingan uji coba.”
Deschamps juga mengingatkan bahwa dalam laga pertamanya di Piala Dunia melawan Norwegia—tim yang dianggap kuat—Irak hanya tertinggal 1-2 pada menit ke-75.
Berdasarkan catatan tersebut, Deschamps menegaskan bahwa Prancis tidak boleh bermain dengan rasa percaya diri yang berlebihan. Ia percaya bahwa kejutan sering terjadi dalam ajang Piala Dunia, terutama dari tim-tim yang dianggap tidak diunggulkan.
“Jangan ada di antara kalian yang berpikir ini akan mudah hanya karena kita adalah Timnas Prancis,” kata Deschamps.
“Karena tim lain mungkin berpikir seperti itu. Tim-tim besar yang bermain melawan tim yang lebih lemah sering berpikir, ‘Cepat atau lambat, kita akan membuat perbedaan’.”
“Namun,” lanjutnya dengan nada serius, “mereka tidak berhasil. Saya tidak ingin itu terjadi pada kita dan kita menunggu hal itu (kekalahan) terjadi.”
Kewaspadaan seperti inilah yang menjadi kunci bagi Prancis untuk dapat melewati tantangan ini.
Dalam persiapan menjelang laga melawan Irak, kabar terbaru menunjukkan bahwa Prancis akan melakukan rotasi pemain.
Hal ini dilakukan oleh Deschamps untuk menjaga kebugaran skuadnya sepanjang turnamen.
Beberapa nama seperti Bradley Barcola, Manu Kone, dan Lucas Digne berpeluang untuk tampil sejak menit awal dalam laga ini.
Rotasi pemain ini diharapkan dapat menjaga intensitas permainan Prancis tanpa mengurangi kekuatan utama mereka.
Laga melawan Irak kali ini menjadi ujian konsistensi bagi Les Bleus untuk mempertahankan status favorit mereka di Grup I.
Seperti diketahui bersama, tekanan selalu ada dalam sebuah turnamen bergengsi seperti Piala Dunia, terlebih bagi tim sekelas Prancis yang memiliki sejarah panjang dan prestisius dalam kompetisi sepak bola internasional.
Pelatih Deschamps juga perlu memperhatikan aspek mental para pemain menjelang laga penting ini.
Dengan pengalaman sebagai mantan pemain dan pelatih yang telah berpartisipasi dalam berbagai kompetisi internasional, ia memahami betul betapa pentingnya menjaga fokus dan motivasi tim selama turnamen berlangsung. (*/stch/dda)














