Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
PKBM Banyumas Jemput Bola Anak Putus Sekolah, Baru 8 ATS Daftar Tahun Ajaran 2026/2027
Prediksi Spanyol vs Argentina: Duel Messi vs Lamine Yamal Berebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Prediksi Spanyol vs Argentina: Duel Messi vs Lamine Yamal Berebut Gelar Juara Piala Dunia 2026

Duel Dua GenerasiDuel Dua Generasi

BANYUMASEKSPRES.ID, NEW JERSEY – Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan laga impian yang mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia.

Spanyol akan menantang Argentina di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Laga Spanyol vs Argentina diprediksi menjadi salah satu final paling bergengsi dalam sejarah Piala Dunia.

Bukan hanya memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola, pertandingan ini juga menghadirkan duel dua filosofi permainan, pertarungan dua generasi antara Lionel Messi dan Lamine Yamal, hingga peluang lahirnya sejarah baru bagi kedua negara.

Spanyol melangkah ke partai puncak setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 di babak semifinal.

Tim asuhan Luis de la Fuente tampil konsisten sepanjang turnamen dengan permainan berbasis penguasaan bola, pertahanan disiplin, serta penyelesaian akhir yang efektif.

Keberhasilan La Roja melaju ke final juga mematahkan prediksi superkomputer yang sebelumnya lebih mengunggulkan Prancis dengan peluang kemenangan mencapai 57,7 persen.

Namun, Spanyol justru tampil luar biasa dan hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan.

Pelatih Luis de la Fuente menegaskan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Argentina.

“Kami datang ke final dengan keyakinan penuh. Kami menghormati Argentina, tetapi kami akan bermain dengan identitas kami sendiri dan berusaha menjadi juara dunia,” ujar De la Fuente.

Perjalanan Spanyol dimulai sebagai juara Grup H. Meski sempat ditahan imbang Tanjung Verde, mereka bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay.

Di fase gugur, La Roja menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, hingga akhirnya menghentikan langkah Prancis.

Final kali ini menjadi kesempatan pertama Spanyol kembali tampil di partai puncak sejak menjuarai Piala Dunia 2010.

Hebatnya lagi, mereka belum terkalahkan dalam 37 pertandingan di semua kompetisi selama dua tahun terakhir.

Sebagai juara bertahan, Argentina kembali menunjukkan kualitasnya sepanjang turnamen.

Skuad besutan Lionel Scaloni selalu mampu keluar dari situasi sulit. Di fase grup, Albiceleste menyapu bersih tiga kemenangan.

Lionel Messi menjadi bintang dengan torehan delapan gol, sehingga total koleksi golnya di ajang Piala Dunia kini mencapai 21 gol.

Memasuki babak gugur, Argentina menghadapi perjalanan yang jauh lebih berat.

Mereka membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Tanjung Verde sebelum melakukan comeback dramatis saat mengalahkan Mesir 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol.

Drama berlanjut pada perempat final ketika Argentina menundukkan Swiss 3-1 melalui babak tambahan waktu.

Di semifinal, Albiceleste kembali menunjukkan mental juara saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris 2-1 melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

“Tim ini bermain paling baik justru ketika menghadapi kesulitan,” kata Lionel Scaloni seusai semifinal.

Jika mampu mengalahkan Spanyol, Argentina akan mempertahankan gelar sekaligus meraih trofi Piala Dunia keempat, menyamai koleksi Jerman dan Italia.

Salah satu daya tarik terbesar final ini adalah pertemuan dua generasi sepak bola dunia.

Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun berpeluang menutup karier internasional dengan mempertahankan gelar juara dunia.

Di sisi lain, Spanyol memiliki bintang muda sensasional Lamine Yamal yang baru berusia 19 tahun.

Penampilannya sepanjang turnamen membuat banyak pihak menyebutnya sebagai calon penerus Messi.

Menjelang final, media sosial kembali diramaikan foto ikonik Messi yang memandikan Yamal saat masih bayi dalam sesi pemotretan Barcelona pada 2007.

Kini, hampir dua dekade kemudian, keduanya akan saling berhadapan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Head to Head Spanyol vs Argentina

Final ini menjadi pertemuan kedua Spanyol dan Argentina di ajang Piala Dunia. Satu-satunya pertemuan sebelumnya terjadi pada Piala Dunia 1966 di Inggris.

Saat itu Argentina menang 2-1 melalui dua gol Luis Artime, sedangkan Spanyol mencetak gol balasan lewat Pirri.

Secara keseluruhan, kedua negara telah bertemu sebanyak 13 kali dalam laga internasional.

Spanyol menang: 6 kali

Argentina menang: 5 kali

Imbang: 2 kali

Pertemuan terakhir berlangsung pada 2018 ketika Spanyol menang telak 6-1 atas Argentina di Madrid.

Menjelang laga puncak, FIFA juga mendapat sorotan terkait harga tiket final.

Harga resmi tiket dijual mulai 2.030 hingga 6.370 dolar AS. Namun di pasar penjualan kembali resmi, harga tiket dilaporkan melonjak hingga 11,49 juta dolar AS atau sekitar Rp207 miliar per lembar.

Lonjakan harga tersebut memicu kritik dari kelompok suporter internasional. Football Supporters Europe menilai Piala Dunia semakin sulit dinikmati suporter biasa akibat tingginya harga tiket.

Selain itu, kebijakan hydration breaks juga menuai kritik karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.

Meski demikian, seluruh kontroversi tersebut dipastikan tidak akan mengurangi antusiasme publik dunia menyaksikan final Piala Dunia 2026.

Dengan kualitas permainan kedua tim, duel Lionel Messi melawan Lamine Yamal, serta peluang mencetak sejarah baru, laga Spanyol vs Argentina diprediksi menjadi salah satu final terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
PKBM Tambak Baru Jaring Delapan ATS

PKBM Banyumas Jemput Bola Anak Putus Sekolah, Baru 8 ATS Daftar Tahun Ajaran 2026/2027