Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kekeringan Melanda Kebumen, Warga Desa Sidoagung Terpaksa Jalan 2 Kilometer Cari Air Bersih

Warga Sidoagung Alami Krisis Air BersihWarga Sidoagung Alami Krisis Air Bersih
KRISIS AIR BERSIH: Warga Dukuh Larangan, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng harus menempuh jarak berkilo-kilometer demi mendapatkan air bersih

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Musim kemarau 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen.

Setelah sebelumnya melanda Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam, kini kekeringan juga dirasakan warga Dukuh Larangan, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng.

Menurunnya debit mata air membuat ratusan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat sebanyak 110 kepala keluarga (KK) atau sekitar 550 jiwa terdampak kondisi tersebut.

Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan langkah darurat dengan mengalokasikan 100 tangki air bersih untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan selama musim kemarau.

Bako Humas BPBD Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, menjelaskan bahwa penurunan debit mata air menjadi penyebab utama krisis air bersih di Dukuh Larangan.

Akibatnya, warga yang tinggal jauh dari sumber mata air harus berjalan hingga 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Tidak hanya menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka juga harus mengantre agar bisa membawa pulang air untuk kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci.

Kondisi ini semakin berat karena pasokan air terus berkurang seiring meningkatnya intensitas musim kemarau di wilayah Kebumen.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Kebumen bersama Pemerintah Desa Sidoagung langsung melakukan asesmen di lapangan.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Selain melakukan pendataan jumlah warga terdampak, petugas juga memetakan kebutuhan air bersih agar distribusi nantinya dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kebumen telah menyiapkan 100 tangki air bersih yang berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bantuan tersebut akan didistribusikan secara bertahap ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan apabila kondisi terus memburuk.

Apabila jumlah daerah terdampak meningkat, BPBD juga akan menggandeng perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta pihak ketiga untuk menambah pasokan air bersih sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

BPBD memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung hingga September 2026.

Sebelum mendistribusikan bantuan, petugas telah melakukan survei lapangan ke desa-desa yang mengajukan permohonan bantuan.

Survei dilakukan untuk memastikan akses jalan menuju lokasi, kesiapan tempat penampungan air, serta menghitung kebutuhan riil masyarakat.

Jika seluruh persiapan telah selesai, distribusi air bersih ditargetkan mulai berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, dengan tetap menyesuaikan perkembangan kondisi kekeringan di lapangan.

BPBD Kebumen juga berkaca pada pengalaman beberapa tahun terakhir dalam menghadapi musim kemarau.

Pada 2024, Kabupaten Kebumen mengalami salah satu kekeringan terparah, dengan 57 desa di 14 kecamatan terdampak krisis air bersih.

Saat itu, sekitar 11.923 kepala keluarga atau hampir 48 ribu jiwa membutuhkan bantuan air bersih.

Sementara itu, kondisi pada 2025 relatif lebih ringan karena hanya dua desa di dua kecamatan yang mengalami kekeringan.

Melihat potensi musim kemarau tahun ini, BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan agar penanganan krisis air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain menyiapkan distribusi air bersih, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air selama musim kemarau berlangsung.

Penggunaan air secara bijak diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan cadangan air bersih hingga musim hujan kembali tiba.

Melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dukungan CSR, serta partisipasi masyarakat, diharapkan dampak kekeringan di Kabupaten Kebumen dapat diminimalkan sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau 2026. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tangis Anak Korban Pecah

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Bengkel Purwokerto Diwarnai Tangis Keluarga Korban

Berita Selanjutnya
18 WBP Lapas Cilacap Dipindah ke Purwokerto

Lapas Cilacap Pindahkan 18 Warga Binaan ke Purwokerto untuk Optimalkan Pembinaan