Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pembangunan Yonif Teritorial Kebumen Dikebut, Pangdam Sebut Potensi Perputaran Uang Capai 1,5 Miliar

Yonif TP Disiapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi MasyarakatYonif TP Disiapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
TINJAU: Pangdam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Yonif TP di Kebumen, Rabu (16/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Kebumen, yang tengah membangun satuan baru sebagai bagian dari program strategis penguatan pertahanan nasional sekaligus percepatan pembangunan wilayah.

Selain Kebumen, kunjungan kerja Pangdam juga mencakup Kabupaten Temanggung, Purworejo, dan Klaten.

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target serta memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.

Menurut Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan program jangka panjang Kodam IV/Diponegoro dalam memperkuat sistem pertahanan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek militer, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Pangdam menjelaskan bahwa Kodam IV/Diponegoro memiliki target membangun 40 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan yang tersebar di seluruh kabupaten di Jawa Tengah dan DIY.

Saat ini, jumlah batalyon yang telah tersedia baru mencapai 29 satuan, sehingga pembangunan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh target dapat terealisasi.

“Saat ini baru ada 29 batalyon. Harapan kami ke depan setiap kabupaten memiliki satu Batalyon Teritorial Pembangunan sehingga kehadiran TNI semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat.

Keberadaan Yonif TP diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus meningkatkan kedekatan antara TNI dengan masyarakat melalui berbagai program pembinaan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menegaskan bahwa manfaat pembangunan Yonif TP tidak hanya dirasakan dari sisi keamanan, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan pembangunan Yonif TP di kawasan Buayan, Kabupaten Kebumen, yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi relatif terbatas.

Kehadiran ratusan personel TNI beserta keluarganya diperkirakan akan menciptakan berbagai peluang usaha baru.

Masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka berbagai jenis usaha seperti:

  • Warung makan dan rumah makan.
  • Jasa laundry.
  • Usaha jahit pakaian.
  • Toko kebutuhan sehari-hari.
  • Jasa transportasi.
  • Penyedia kebutuhan rumah tangga.
  • Berbagai sektor UMKM lainnya.

Menurut Pangdam, aktivitas ekonomi yang muncul di sekitar markas batalyon akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan warga sekitar.

Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat memperkirakan satu batalyon yang dihuni sekitar 500 prajurit mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp1,5 miliar setiap bulan.

Perhitungan tersebut didasarkan pada potensi belanja rutin personel TNI untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di lingkungan sekitar markas.

Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat langsung berupa peningkatan pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan baru, hingga berkembangnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Harapan kami masyarakat melihat pembangunan Yonif TP bukan hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” jelasnya.

Walaupun mengusung konsep pembangunan wilayah, Pangdam menegaskan bahwa Yonif Teritorial Pembangunan tetap merupakan satuan infanteri tempur yang memiliki kemampuan operasional penuh.

Prajurit yang bertugas akan siap diterjunkan dalam berbagai operasi militer, termasuk penugasan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi apabila diperlukan negara.

Selain kemampuan tempur, personel Yonif TP juga dibekali kemampuan teritorial sehingga mampu menjalankan berbagai program pembinaan masyarakat.

Keberadaan Yonif TP nantinya juga akan mendukung berbagai program pemerintah daerah.

Prajurit akan terlibat dalam kegiatan pendampingan masyarakat, termasuk membantu pengembangan sektor pertanian, mendukung ketahanan pangan nasional, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan desa.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep pertahanan modern yang menempatkan TNI tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kemampuan tempur dan kemampuan teritorial yang dimiliki, Yonif TP diharapkan menjadi kekuatan yang mampu menjaga keamanan sekaligus mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pangdam IV/Diponegoro.

Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Kebumen menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pertahanan nasional sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Melalui sinergi antara fungsi pertahanan dan pemberdayaan masyarakat, keberadaan Yonif TP diharapkan mampu menghadirkan manfaat jangka panjang berupa meningkatnya keamanan wilayah, berkembangnya aktivitas ekonomi lokal, tumbuhnya UMKM, terciptanya lapangan kerja baru, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.

Dengan target satu batalyon di setiap kabupaten, Kodam IV/Diponegoro optimistis konsep Yonif Teritorial Pembangunan akan menjadi model pertahanan sekaligus pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Blangko Ijazah Madrasah Dibagi Bertahap

Kemenag Banyumas Mulai Distribusi 2.465 Blangko Ijazah MA 2026, MTs dan MI Menyusul

Berita Selanjutnya
Denny Sumargo Pertimbangkan Akhiri Program Anak Kedua

Denny Sumargo Pertimbangkan Akhiri Program Bayi Tabung Setelah 4 Kali Gagal