BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Taman Zebra, yang kini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka hijau sekaligus tempat bersantai warga di Kabupaten Cilacap, ternyata memiliki sejarah panjang sebagai pusat transportasi darat.
Pada era 1970-an, kawasan tersebut merupakan Stanplat atau Terminal Bus Cilacap yang menjadi titik utama aktivitas perjalanan masyarakat dari berbagai wilayah.
Jejak sejarah tersebut kini diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Tempat yang Berkisah” yang disusun oleh Komunitas Tjilatjap History.
Buku ini dijadwalkan diluncurkan pada ajang Pameran Cagar Budaya yang akan digelar pada awal Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mengenalkan kembali sejarah lokal kepada masyarakat.
Buku setebal 111 halaman tersebut menghadirkan berbagai cerita mengenai tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Cilacap yang kini mulai terlupakan.
Tidak hanya membahas Taman Zebra, buku ini juga mengulas sejarah benteng peninggalan masa kolonial, stasiun kereta api, hotel-hotel tua, situs bersejarah, tokoh-tokoh lokal, hingga asal-usul nama sejumlah kawasan di Kabupaten Cilacap.
Salah satu penulis buku, Sindu Pramono, mengatakan setiap sudut Kota Cilacap memiliki kisah yang layak dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus.
Menurutnya, banyak tempat yang saat ini telah berubah fungsi, namun menyimpan nilai sejarah yang sangat penting bagi perkembangan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Taman Zebra menjadi salah satu contoh perubahan wajah kota yang menarik untuk didokumentasikan.
Dahulu kawasan tersebut dikenal sebagai Stanplat atau Terminal Bus Cilacap yang menjadi pusat aktivitas transportasi darat.
Ribuan masyarakat memanfaatkan terminal tersebut sebagai tempat keberangkatan maupun kedatangan bus antarkota sehingga kawasan itu menjadi salah satu titik paling ramai di Kabupaten Cilacap pada masanya.
Seiring perkembangan kota dan perubahan tata ruang, fungsi terminal kemudian dipindahkan ke lokasi lain.
Bekas kawasan terminal akhirnya ditata ulang menjadi ruang terbuka hijau yang kini dikenal sebagai Taman Zebra.
Meski tampil dengan wajah baru, sejarah panjang kawasan tersebut dinilai tetap penting untuk dikenalkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan waktu.
Menurut Sindu, melalui buku “Tempat yang Berkisah”, masyarakat diajak memahami bahwa setiap lokasi memiliki cerita yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Cilacap.
Dengan mengenali sejarah tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Pegiat sejarah Komunitas Tjilatjap History, Thomas Sutasman, menambahkan masih banyak peninggalan sejarah di Cilacap yang belum dikenal secara luas.
Padahal, berbagai bangunan, situs, maupun kawasan bersejarah tersebut memiliki nilai penting sebagai identitas daerah sekaligus sumber pembelajaran bagi generasi muda.
Berangkat dari kondisi tersebut, komunitasnya berinisiatif menghimpun berbagai catatan sejarah dalam bentuk buku agar informasi yang selama ini tersebar tidak hilang.
Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat, pelajar, peneliti, hingga wisatawan yang ingin mengenal sejarah Kabupaten Cilacap secara lebih mendalam.
Thomas berharap kehadiran buku ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian sejarah lokal.
Menurutnya, memahami sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperluas akses informasi, Komunitas Tjilatjap History juga telah menyerahkan buku “Tempat yang Berkisah” kepada Perpustakaan Daerah Kabupaten Cilacap.
Dengan demikian, masyarakat dapat membaca dan mempelajari berbagai kisah sejarah yang terangkum di dalamnya secara lebih mudah.
Melalui peluncuran buku tersebut, Komunitas Tjilatjap History berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mengenal sejarah daerahnya sendiri.
Selain menjadi sumber pengetahuan, buku ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan kepedulian terhadap warisan budaya Kabupaten Cilacap sehingga berbagai situs dan cerita sejarah tetap lestari untuk generasi mendatang. (jul/stch/dda)
















