BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat (GNIB) Tahun 2026 yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Melalui program tersebut, Kemenag Kebumen menargetkan verifikasi arah kiblat di 8.700 titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat.
Program ini dilaksanakan selama dua hari, yakni 15–16 Juli 2026, bertepatan dengan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat di atas Kakbah atau dikenal sebagai Istiwa A’zam.
Momen tersebut dinilai sebagai waktu paling tepat untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Salim Wazdy, yang juga ditunjuk sebagai Ketua GNIB Kabupaten Kebumen, mengatakan kegiatan ini melibatkan seluruh unsur Kementerian Agama di tingkat daerah.
“Kegiatan ini melibatkan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), para penghulu, penyuluh agama Islam, madrasah, hingga majelis taklim dengan target mencapai 8.700 titik pengukuran arah kiblat,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Menurut Salim Wazdy, fenomena Rashdul Kiblat merupakan peristiwa astronomi yang hanya terjadi dua kali dalam setahun, sehingga menjadi kesempatan terbaik bagi masyarakat untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, sekolah, kantor, maupun rumah tinggal.
Saat Matahari tepat berada di atas Kakbah, bayangan benda yang tegak lurus akan menunjukkan arah berlawanan dengan posisi Kakbah.
Metode ini telah lama digunakan dalam ilmu falak karena memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
“Fenomena ini hanya terjadi dua kali dalam setahun dan memberikan tingkat akurasi yang sangat tinggi dalam verifikasi arah kiblat. Karena itu, masyarakat kami ajak memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya,” jelasnya.
Selain memastikan ketepatan arah kiblat, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai ilmu falak, salah satu bidang layanan penting yang dikembangkan Kementerian Agama.
Melalui praktik pengukuran secara langsung di lapangan, masyarakat dapat memahami bahwa penentuan arah kiblat tidak selalu memerlukan peralatan yang rumit.
Dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat dan mengikuti prosedur yang benar, arah kiblat dapat diverifikasi secara sederhana namun tetap berdasarkan kaidah ilmiah.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya melakukan pengecekan arah kiblat secara berkala, terutama pada bangunan ibadah yang telah lama berdiri atau baru selesai dibangun.
Kemenag Kabupaten Kebumen optimistis target 8.700 titik verifikasi arah kiblat dapat tercapai berkat keterlibatan berbagai unsur, mulai dari KUA, penghulu, penyuluh agama, madrasah, hingga majelis taklim di seluruh kecamatan.
Dengan cakupan yang luas tersebut, hasil verifikasi diharapkan mampu meningkatkan keakuratan arah kiblat di berbagai fasilitas ibadah maupun bangunan milik masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang dicanangkan Kementerian Agama RI sebagai langkah memperkuat pelayanan keagamaan berbasis ilmu pengetahuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat. (jud/stch/dda)
















