BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Tim gabungan akhirnya berhasil menemukan dua anak yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Kali Jogan, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.
Setelah melakukan pencarian intensif selama lebih dari satu hari, kedua korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) resmi dihentikan.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus cukup deras.
Aparat kepolisian juga mengimbau para orang tua agar memberikan pengawasan lebih ketat demi mencegah kejadian serupa terulang.
Kapolsek Sigaluh, Sugondo Waluyo, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Seorang warga melihat dua anak berinisial F (10) dan Z (12) sedang bermain sekaligus berenang di aliran Kali Jogan.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, warga kembali melintas di lokasi dan mendapati kedua anak tersebut sudah tidak terlihat.
Yang tersisa hanyalah dua sepeda beserta pakaian korban yang berada di tepi sungai.
Menyadari adanya dugaan kecelakaan air, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Begitu menerima laporan, aparat kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian.
Tim gabungan menyisir sepanjang aliran sungai hingga larut malam. Pencarian dilakukan dengan menyusuri tepian sungai sekaligus memanfaatkan penyusutan debit air untuk mempermudah proses pencarian korban.
“Hasil laporan masyarakat langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan penyisiran bersama BPBD, relawan, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga. Pencarian dilakukan hingga sekitar pukul 00.00 WIB,” jelas Kapolsek Sigaluh.
Karena korban belum ditemukan, operasi pencarian dilanjutkan pada Kamis pagi dengan memperluas area penyisiran.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika korban pertama, F (10), ditemukan pada Kamis pagi di bawah Jembatan Sungai Aries, Desa Sokanandi.
Lokasi penemuan berjarak sekitar tiga kilometer dari titik awal korban diduga hanyut.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju RSUD Banjarnegara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.
Pencarian kemudian difokuskan kepada korban kedua yang masih belum ditemukan.
Kapolsek Banjarnegara Kota, AKP Suyono, mengatakan tim gabungan memperluas pencarian dengan menyusuri Sungai Aries hingga wilayah Desa Semarang Kidul, Dukuh Krenan.
Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, korban kedua berinisial Z (12) akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di area endapan lumpur di tepi sungai.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk menjalani proses pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami pendarahan pada bagian hidung yang diduga disebabkan benturan saat tubuhnya terbawa arus sungai.
Namun, penyebab pasti kematian tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian ditarik dari lokasi setelah memastikan tidak ada lagi korban yang harus dicari.
Keberhasilan proses evakuasi tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari kepolisian, BPBD, relawan, pemerintah desa, hingga masyarakat yang ikut membantu selama proses pencarian berlangsung.
Pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan warga yang terlibat dalam operasi tersebut.
Tragedi ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai.
Kali Jogan dikenal memiliki arus yang dapat berubah dengan cepat dan cukup berbahaya, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan.
Kepolisian mengimbau para orang tua untuk selalu mengetahui lokasi bermain anak-anak serta melarang mereka berenang di sungai yang memiliki arus deras.
Edukasi mengenai keselamatan di sekitar perairan dinilai sangat penting guna mengurangi risiko kecelakaan serupa.
Melalui kejadian ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan anak dan keselamatan saat berada di kawasan sungai semakin meningkat, sehingga peristiwa yang merenggut korban jiwa seperti di Kali Jogan Banjarnegara tidak kembali terulang di masa mendatang. (far/stch/dda)
















