Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kebakaran di Maos Cilacap Hanguskan Tiga Bangunan, Diduga Berawal dari Bakar Sampah

Tiga Bangunan di Maos Ludes TerbakarTiga Bangunan di Maos Ludes Terbakar
PADAMKAN API : Petugas Damkar dibantu masyarakat berupaya memadamkan api yang membakar tiga bangunan di Desa Maos Lor Kecamatan Maos

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Cilacap. Kali ini, api melalap tiga bangunan yang berada di Jalan Raya Maos-Sampang RT 02 RW 07, Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, pada Kamis (16/7/2026) dini hari.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp400 juta.

Berdasarkan informasi dari petugas pemadam kebakaran, kebakaran diduga bermula dari aktivitas membakar sampah di depan sebuah bengkel.

Kondisi cuaca yang kering pada musim kemarau diduga mempercepat penyebaran api hingga membakar bangunan di sekitarnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pemilik bengkel sempat membakar sampah sekitar pukul 00.30 WIB sebelum meninggalkan lokasi untuk mengikuti kegiatan ronda malam.

Api yang awalnya berasal dari pembakaran sampah diduga masih menyisakan bara.

Dalam kondisi lingkungan yang kering dan mudah terbakar, bara tersebut diperkirakan memicu kobaran api yang kemudian menjalar ke area belakang bangunan.

Sekitar pukul 01.00 WIB, warga sekitar mendengar suara letupan yang cukup keras.

Saat keluar rumah untuk memeriksa sumber suara, mereka melihat kobaran api telah membakar kandang kayu yang berada di belakang rumah warga.

Mengetahui adanya kebakaran, warga segera berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan kepada petugas Pos Damkar Kroya.

Upaya awal tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet lebih luas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Tim Pemadam Kebakaran dari Pos Kroya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

Dengan waktu tanggap sekitar 15 menit, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan proses pendinginan pada area yang masih mengeluarkan bara serta melakukan overhaul, yaitu pemeriksaan menyeluruh terhadap titik-titik yang berpotensi kembali memunculkan api.

Berkat respons cepat petugas bersama bantuan masyarakat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 01.20 WIB sehingga tidak menyebar lebih jauh ke kawasan permukiman di sekitarnya.

Akibat kebakaran tersebut, tiga bangunan mengalami kerusakan akibat terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Meski demikian, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.

Nilai kerugian tersebut meliputi kerusakan bangunan beserta sejumlah barang yang berada di dalamnya.

Petugas masih melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan untuk memastikan besaran kerugian secara menyeluruh.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membakar sampah dapat berubah menjadi bencana apabila tidak diawasi dengan baik, terutama saat musim kemarau.

Kondisi cuaca yang panas, rendahnya kelembapan udara, serta banyaknya material kering membuat api lebih mudah menyebar hanya dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika menggunakan api di area terbuka, termasuk saat membakar sampah, membersihkan lahan, maupun membakar sisa tanaman.

Gatot Arief Widodo mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan.

Sebelum meninggalkan lokasi, warga harus memastikan api benar-benar padam sehingga tidak menyisakan bara yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko kebakaran cenderung meningkat selama musim kemarau.

Oleh sebab itu, kewaspadaan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.

Selain tidak membakar sampah sembarangan, masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran apabila melihat adanya kobaran api atau potensi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran dan pentingnya langkah pencegahan, diharapkan kasus kebakaran selama musim kemarau di Kabupaten Cilacap dapat diminimalkan sehingga keselamatan warga maupun kerugian harta benda dapat ditekan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Empat Karhutla dalam Dua Pekan

Empat Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Banyumas, BPBD Imbau Warga Waspada

Berita Selanjutnya
Tangis Anak Korban Pecah

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Bengkel Purwokerto Diwarnai Tangis Keluarga Korban