Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Program Makan Bergizi Gratis di Banyumas Dinilai Aman, Nihil Kasus Keracunan Makanan

Kasus keracunan mbg di banyumas nihilKasus keracunan mbg di banyumas nihil

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Kabupaten Banyumas hingga kini belum pernah mencatat adanya kasus keracunan makanan.

Meskipun sempat ditemukan insiden roti sandwich berjamur di SMA Negeri 2 Purwokerto, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas memastikan bahwa tidak ada satu pun peserta didik yang menunjukkan gejala keracunan akibat konsumsi makanan tersebut.

Achmad Chairul Hamdi, SKM MKM, yang menjabat sebagai Sub Koordinator Surveilans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Banyumas, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan pengecekan ke sekolah sehari setelah laporan ditemukan.

Namun, ada sedikit keterlambatan dalam peninjauan lapangan karena pada hari itu tim Dinkes sedang mengikuti rapat penting dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pada Selasa siang (27/5), tim sedang rapat dengan BGN. Jadi tidak bisa langsung ke SMA 2,” ujarnya kepada media, Sabtu (1/6).

Tim dari Dinkes akhirnya melakukan inspeksi pada hari berikutnya. Dari hasil pemantauan selama dua hari pasca-insiden, tidak ditemukan laporan dari siswa yang mengalami keluhan kesehatan yang mengarah pada keracunan makanan.

Bahkan menurut informasi dari pihak sekolah, mayoritas siswa yang menerima roti berjamur tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan.

“Informasi dari sekolah, tidak semua siswa yang menerima roti berjamur melapor. Artinya kemungkinan jumlah yang mengonsumsi lebih sedikit,” jelas Hamdi.

Hamdi menambahkan, potensi risiko keracunan bisa diminimalkan apabila makanan yang tidak layak konsumsi tersebut tidak langsung disantap.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama mengapa kasus roti berjamur di SMA Negeri 2 Purwokerto tidak menyebabkan munculnya gejala keracunan di kalangan siswa.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas program MBG, Dinkes Banyumas secara rutin melakukan evaluasi terhadap mutu makanan yang disediakan, mulai dari proses distribusi hingga waktu penyajian.

Khususnya, pengawasan ketat dilakukan pada makanan yang didistribusikan dari dapur umum ke sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat program MBG.

Dalam pengakuannya, Hamdi menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ada laporan kasus keracunan yang berhubungan langsung dengan program makan bergizi gratis tersebut. Sejak program ini digulirkan pada awal tahun, pengendalian kualitas makanan terus diperketat demi menjaga kesehatan para siswa.

“Waktu Ramadan, kami minta agar makanan yang diberikan bukan makanan basah. Karena saat itu siswa tidak langsung menyantapnya, berisiko basi,” kata Hamdi menegaskan.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia makanan, tetapi juga sekolah sebagai pihak penerima makanan.

Kerja sama antara dua pihak ini sangat penting untuk menjaga keamanan konsumsi makanan bagi anak-anak yang menjadi peserta program.

“Sejauh ini, MBG di Banyumas aman. Tidak ada keracunan, dan semoga tidak pernah ada. Karena ini menyangkut anak-anak sekolah yang menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Achmad Chairul Hamdi.

Program Makan Bergizi Gratis ini sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan asupan gizi siswa sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Banyumas, dengan tujuan menunjang tumbuh kembang dan konsentrasi belajar anak.

Monitoring yang terus menerus dilakukan oleh Dinas Kesehatan menunjukkan komitmen serius terhadap keselamatan pangan dan kesehatan masyarakat, khususnya dalam konteks program sekolah.

Keberhasilan menghindarkan kasus keracunan makanan di program MBG ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan makanan sehat dan higienis yang melibatkan berbagai instansi terkait dan sekolah mampu berjalan efektif.

Evaluasi dan pengawasan ketat terhadap makanan bergizi yang didistribusikan ke sekolah-sekolah terus dilakukan sebagai langkah preventif menjaga kesehatan siswa dan mencegah potensi risiko yang mungkin muncul di masa depan.

Melalui sinergi yang baik antara penyedia makanan, pihak sekolah, dan dinas terkait, diharapkan program makan bergizi gratis di Banyumas dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan yang merugikan. (yda/stch)

Berita Sebelumnya
Wamen pkp fahri hamzah beri respons soal kebijakan pembangunan rumah subsidi seluas 18 meter

Luas Rumah Subsidi Disebut Akan Menyusut Jadi 18 Meter, Fahri Hamzah: Belum Ada Keputusan

Berita Selanjutnya
39 tahun mengabdi, camat karanganyar kebumen pensiun pulang jalan kaki

Mengharukan! Mengabdi Sejak 1986, Suis Idawati Pensiun Camat dan Pulang Jalan Kaki Diiringi 300 Orang Warga