Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Program SOOD Wonosobo Dibuka Lagi, Target 1.400 Peserta Baru Tahun 2026

Kejar Ketertinggalan Pendidikan Melalui SOODKejar Ketertinggalan Pendidikan Melalui SOOD
Kepala Disdikpora Wonosobo, Musofa

BANYUMASEKSPRES.ID, WONOSOBO – Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali melanjutkan program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD).

Program ini ditargetkan untuk menarik setidaknya 1.400 peserta baru, jumlah yang sama dengan capaian tahun sebelumnya.

SOOD dirancang sebagai solusi bagi warga yang telah putus sekolah atau belum menyelesaikan pendidikan menengah mereka.

Dengan memanfaatkan sistem pembelajaran berbasis aplikasi, peserta dapat belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, menjelaskan bahwa program SOOD masih berjalan dengan baik dan terus dievaluasi untuk meningkatkan efektivitasnya.

Musofa mengungkapkan bahwa model pembelajaran digital ini terbukti efektif menjangkau masyarakat, terutama kalangan dewasa yang selama ini kesulitan untuk kembali ke pendidikan formal.

“SOOD sampai sekarang masih terus jalan karena aplikasinya sudah tersedia. Saya cek langsung ke peserta, mereka bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Artinya sarana yang kami siapkan efektif,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Pada pelaksanaan sebelumnya, program ini berhasil menarik perhatian 1.411 peserta dari berbagai kecamatan di Wonosobo. Meskipun demikian, distribusi peserta tidak merata di setiap kecamatan.

Ada beberapa kecamatan yang mampu mendaftarkan ratusan warga, sementara yang lainnya masih menunjukkan angka pendaftaran yang rendah.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mulai melakukan sosialisasi lebih luas mengenai program SOOD.

Dalam upaya tersebut, kepala desa, operator sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya turut dilibatkan agar penjaringan peserta tahun ini bisa lebih optimal.

Selain berfokus pada kuantitas pendaftar, pemerintah juga berencana memperluas sasaran usia peserta program SOOD.

Jika sebelumnya hanya diperuntukkan bagi warga berusia 25 tahun ke atas, batas usia tersebut akan diturunkan menjadi 19 tahun di masa mendatang.

Langkah strategis ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan adanya kesempatan ini, mereka tetap dapat memperoleh ijazah setara SMA.

“Kalau usia 19 tahun sudah masuk SOOD dan lulus, dampaknya akan besar terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus angka rata-rata lama sekolah ke depan,” jelas Musofa dengan optimisme yang tinggi.

Saat ini, rata-rata lama sekolah di Wonosobo berada di angka 6,91 tahun. Pemerintah daerah menargetkan agar hingga tahun 2029 angka tersebut dapat tembus lebih dari 7 tahun.

Musofa mengakui bahwa mencapai target tersebut bukanlah hal yang mudah.

Namun dengan adanya perluasan jumlah peserta SOOD dan dukungan dari semua pihak terkait, pemerintah optimis ketertinggalan pendidikan masyarakat Wonosobo perlahan bisa teratasi.

“Naik satu digit saja berat. Tapi kalau gerakan ini didukung bersama-sama, kami yakin target itu bisa tercapai,” tambahnya menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut.

Program Sekolah Online Orang Dewasa menjadi salah satu langkah inovatif dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di masyarakat Wonosobo.

Dengan adanya teknologi sebagai alat bantu belajar, diharapkan lebih banyak individu dapat mendapatkan akses pendidikan yang layak meskipun mereka memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan untuk menghadiri kelas secara fisik. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Purbalingga Tetap Tuan Rumah Liga

Meski Ada Insiden, PSSI Tetapkan Purbalingga Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional 2026

Berita Selanjutnya
Drainase di Perkotaan Masih Bermasalah

DPU Banyumas Soroti Drainase Tua dan Sampah Jadi Penyebab Genangan