BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah insiden kebakaran menghanguskan rumah di Jalan Duku, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan pada Kamis (19/11) sekitar pukul 11.30 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kebakaran yang sering kali melanda permukiman padat di Indonesia.
Kejadian nahas tersebut pertama kali diketahui oleh Suyanto (55), yang merupakan Sekretaris RT setempat.
Ia menerima informasi dari warga lainnya yang melihat kepulan asap tebal keluar dari rumah milik Supri (48).
Pada saat kejadian berlangsung, rumah tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban luka maupun jiwa yang dilaporkan.
Meski demikian, kerugian material tetaplah signifikan dengan perkiraan mencapai Rp 50 juta.
Suyanto bertindak cepat dengan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Setibanya di tempat kejadian, ia mendapati asap sudah memenuhi bagian dalam rumah.
Berkat kesigapan warga setempat yang bekerja sama mendobrak pintu dan melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya, api tidak sempat merembet ke bangunan lain.
Pos Damkar Cilacap menerima laporan kebakaran pada pukul 11.45 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi kejadian.
Sepuluh menit kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di tempat dan segera melakukan proses pemadaman.
Proses ini dilanjutkan dengan pendinginan serta overhaul untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
Seluruh rangkaian proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama kurang lebih 30 menit.
Dalam upaya tersebut, tim pemadam menggunakan sekitar 6.000 liter air untuk memadamkan api sepenuhnya.
Respons cepat dari petugas damkar dan masyarakat sekitar sangat berperan penting dalam menekan potensi kerugian lebih besar akibat kebakaran ini.
Sekretaris Satpol PP Cilacap, Rohwanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap respons cepat masyarakat dan petugas di lapangan dalam menangani insiden ini.
Ia mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran terutama di wilayah permukiman padat penduduk seperti Tegalreja ini.
“Kerja sama warga sangat membantu mencegah api merembet lebih luas,” ungkap Rohwanto kepada awak media Banyumas Ekspres.
Rohwanto juga menekankan pentingnya sosialisasi penggunaan aplikasi Satkartaru SIAP sebagai sarana pelaporan darurat agar setiap insiden dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif.
“Kami terus melakukan sosialisasi aplikasi Satkartaru SIAP agar masyarakat bisa melaporkan kejadian darurat dengan lebih cepat dan mudah,” tambahnya.
Meskipun penyebab pasti dari kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang, Rohwanto memastikan bahwa sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran akan terus digalakkan untuk meminimalisir terjadinya kasus serupa. (jul/dda)
















