BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Semangat siswa sekolah dasar (SD) dalam mengembangkan potensi di bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami terlihat dalam pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Korwil Kecamatan Gandrungmangu.
Kegiatan yang berlangsung pada 2 September 2026 tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus keberanian dalam berkompetisi.
Lomba MAPSI antar SD se-Korwil Kecamatan Gandrungmangu tidak hanya berorientasi pada perolehan juara.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman positif kepada peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam dan seni Islami.
Para siswa yang mengikuti perlombaan mendapatkan kesempatan untuk tampil di hadapan orang lain serta menunjukkan kemampuan yang telah mereka persiapkan sebelumnya.
Pengalaman tersebut dinilai penting dalam proses pendidikan karena dapat membantu membangun rasa percaya diri dan keberanian sejak usia sekolah dasar.
Korwil Kecamatan Gandrungmangu, Risdiyanto, SPd, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Lomba MAPSI tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti MAPSI memiliki manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar menentukan siswa atau sekolah yang menjadi juara.
“MAPSI bukan hanya tentang mencari juara, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, keberanian, dan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya di bidang keagamaan dan seni Islami. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi yang berprestasi sekaligus memiliki karakter yang baik,” ujar Risdiyanto.
Menurut Risdiyanto, keberanian peserta didik untuk tampil dan mengikuti kompetisi merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembentukan karakter.
Siswa tidak hanya belajar mengenai materi pendidikan agama Islam, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi tantangan dan menunjukkan kemampuan di depan orang lain.
Melalui pengalaman mengikuti perlombaan, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Kompetisi juga dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengetahui kelebihan maupun hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
“Bagi anak-anak yang meraih juara, tentu ini menjadi kebanggaan dan motivasi untuk terus berprestasi. Sedangkan bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena proses dan pengalaman yang diperoleh juga merupakan sebuah prestasi,” tambahnya.
Pelaksanaan MAPSI tingkat SD di Gandrungmangu juga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap pendidikan agama Islam.
Nilai-nilai keagamaan yang diperoleh melalui proses pembelajaran kemudian dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan kompetitif dan seni Islami.
Selain meningkatkan kemampuan akademik di bidang keagamaan, Lomba MAPSI memberikan ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas.
Seni Islami menjadi salah satu sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi sekolah untuk memberikan dukungan terhadap potensi yang dimiliki masing-masing siswa.
Dengan adanya kompetisi antarsekolah, peserta didik dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus membangun semangat untuk meningkatkan prestasi.
Persaingan dalam Lomba MAPSI antar SD se-Korwil Gandrungmangu menjadi tahap awal bagi siswa yang berhasil meraih prestasi untuk menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Para juara MAPSI tingkat Korwil selanjutnya akan mendapatkan kesempatan mewakili Gandrungmangu dalam MAPSI tingkat Kabupaten Cilacap.
MAPSI tingkat Kabupaten Cilacap dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Kecamatan Bantarsari.
Ajang tersebut akan menjadi tantangan berikutnya bagi para siswa yang berhasil menjadi juara di tingkat Korwil Gandrungmangu.
Dengan persiapan yang lebih matang, para pemenang diharapkan mampu mempertahankan semangat dan meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi persaingan di tingkat Kabupaten Cilacap.
Dukungan dari sekolah, guru, orang tua, serta lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam membantu siswa mempersiapkan diri.
Lebih dari sekadar kompetisi, MAPSI diharapkan menjadi sarana untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mempunyai karakter, keberanian, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan.
Pelaksanaan Lomba MAPSI 2026 di Gandrungmangu menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan dan kompetisi dapat berjalan beriringan.
Siswa diberikan ruang untuk belajar, berkreasi, berkompetisi, serta mengembangkan potensi diri melalui pendidikan agama Islam dan seni Islami.
Bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, pengalaman mengikuti perlombaan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan.
Sementara bagi para pemenang, prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi MAPSI tingkat Kabupaten Cilacap pada Oktober mendatang. (wln/stch/dda)
















