Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Gempa Cilacap M 5,4 Terasa hingga Banyumas, 21 Perjalanan KA Sempat Dihentikan

Gempa M5,4 Guncang CilacapGempa M5,4 Guncang Cilacap
MENGECEK: Petugas melakukan pengecekan sarana jembatan Kereta Api sungai Serayu usai gempa bumi yang mengguncang Cilacap dan dirasakan hingga Banyumas dan sekitarnya, Jumat (4/9)

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026) siang.

Gempa Cilacap tersebut tidak hanya dirasakan warga di sejumlah wilayah, tetapi juga berdampak sementara terhadap operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 12.04.59 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur, atau sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap.

Gempa berkekuatan M 5,4 tersebut berpusat di laut selatan Cilacap dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Meski guncangannya cukup kuat dirasakan oleh masyarakat hingga wilayah Banyumas dan sekitarnya, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Tidak berpotensi tsunami,” ujar Teguh.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi gempa melalui kanal resmi BMKG, termasuk apabila terdapat informasi mengenai kemungkinan gempa susulan.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh sejumlah warga di Kabupaten Banyumas.

Beberapa warga bahkan sempat panik dan keluar dari bangunan setelah merasakan benda-benda di dalam rumah maupun tempat aktivitas mereka bergerak.

Aprilianingrum (40), warga Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Banyumas, mengatakan dirinya sedang bersiap menunaikan salat zuhur ketika gempa terjadi. Kepanikan justru muncul dari adiknya yang berada di dalam rumah.

Ia kemudian memastikan adanya guncangan dengan melihat lampu gantung yang bergerak.

Setelah memeriksa media sosial, informasi mengenai gempa dari BMKG pun telah beredar.

Getaran gempa juga dirasakan Nopi ketika berada di sebuah tempat kebugaran di kawasan Jalan dr Angka, Purwokerto.

Setelah selesai berolahraga, ia melihat penjaga tempat kebugaran berlari keluar setelah kursi yang didudukinya bergeser akibat guncangan.

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa gempa Cilacap M 5,4 dirasakan di sejumlah wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa.

Dampak gempa juga dirasakan dalam operasional perjalanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto mengambil langkah antisipasi dengan menghentikan sementara sejumlah perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan sebanyak 21 perjalanan kereta api sempat mengalami Berhenti Luar Biasa (BLB) setelah gempa terjadi.

Menurut KAI, penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan kondisi jalur dan prasarana perkeretaapian tetap aman bagi penumpang maupun awak kereta.

Selama kereta berhenti, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai prasarana yang berada di lintasan terdampak.

Pemeriksaan mencakup kondisi rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional perjalanan kereta api.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian akibat gempa.

Setelah jalur dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.

Daftar 21 KA yang Sempat Mengalami BLB

Berikut daftar perjalanan kereta api yang sempat mengalami Berhenti Luar Biasa akibat gempa Cilacap:

  • KA Fajar Utama Yogya
  • KA Gajahwong
  • KA Argo Dwipangga
  • KA Taksaka
  • KA Joglosemarkerto
  • KA Argo Wilis
  • KA Sawunggalih
  • KA Lodaya
  • KA Argo Semeru
  • KA Gaya Baru Malam Selatan
  • KA Malabar
  • KA Kutojaya Selatan
  • KA Purwojaya
  • KA Pasundan
  • KA Angkutan Barang
  • KA Madiun Jaya
  • KA Angkutan Barang
  • KA Mataram
  • KA Joglosemarkerto
  • KA Manahan
  • KA Bangunkarta

Durasi penghentian perjalanan masing-masing kereta api berbeda-beda, mulai dari 12 menit hingga 66 menit.

KA Kutojaya Selatan tercatat mengalami penghentian sementara paling lama, yakni selama 66 menit.

Sementara itu, KA Purwojaya menjadi salah satu perjalanan yang mengalami BLB dengan durasi relatif singkat, yakni sekitar 12 menit.

Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa.

KAI Daop 5 Purwokerto juga memastikan pemeriksaan prasarana terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan rel, jembatan, terowongan, dan fasilitas lainnya tetap berada dalam kondisi aman dan laik digunakan.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pemberhentian sementara perjalanan kereta api.

KAI juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian penumpang selama proses pemeriksaan berlangsung.

Dengan dinyatakannya jalur aman, perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto kembali dilanjutkan.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan akibat gempa Cilacap M 5,4.

Masyarakat yang berada di wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya tetap diimbau untuk tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak terkait.

Warga juga disarankan tidak menyebarkan informasi mengenai gempa yang belum dipastikan kebenarannya. (dms/jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Acer Swift Blade

Acer Swift Blade 14 Meluncur, Laptop Tipis dengan Bobot Hanya 799 Gram

Berita Selanjutnya
112 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Bareskrim Polri Tangani 167 Kasus Karhutla, 112 Orang Jadi Tersangka Sepanjang 2026