BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong inovasi pembiayaan untuk meningkatkan pembinaan dan fasilitas olahraga.
Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan adalah membuka peluang kerja sama pemanfaatan GOR Satria Purwokerto sebagai media promosi.
Melalui skema pemasangan iklan dan videotron, pendapatan alternatif diharapkan dapat menopang pengembangan cabang olahraga secara lebih mandiri.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa pemanfaatan ruang iklan di GOR Satria merupakan solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam mendukung kemajuan olahraga lokal.
Skema ini juga diproyeksikan memberi manfaat ganda—sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus menambah pundi-pundi anggaran pembinaan atlet daerah.
“Saya ingin ada videotron di GOR. Ini bisa dimanfaatkan untuk promosi, tentu dengan aturan iklan tertentu. Hasilnya bisa digunakan untuk mendukung cabang olahraga,” kata Sadewo, Kamis (22/5).
Ia menekankan bahwa pengelolaan dana hasil kerja sama iklan ini harus dilakukan secara akuntabel. Transparansi pengelolaan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas menjadi prasyarat utama bagi optimalisasi fasilitas yang dimiliki.
“Saya sudah komitmen dengan KONI. Kalau manajemennya diperbaiki dan penggunaannya jelas, maka fasilitas olahraga akan kita benahi,” tegas Sadewo.
Komitmen ini tidak hanya dalam bentuk wacana. Pemkab telah menunjukkan langkah konkret dengan melakukan berbagai perbaikan fasilitas, termasuk renovasi kursi stadion serta rencana pemasangan dua titik lampu tambahan untuk mendukung aktivitas olahraga pada malam hari.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembenahan sarana dan prasarana menjadi bagian integral dari program pembinaan olahraga.
Lebih jauh, Sadewo membuka peluang bagi pihak ketiga untuk berkolaborasi dalam bentuk sponsorship maupun pengelolaan fasilitas olahraga secara profesional.
Menurutnya, tantangan fiskal di tingkat daerah bukan alasan untuk stagnan. Justru kondisi tersebut harus menjadi pendorong untuk menggali potensi kerja sama yang inovatif dan menguntungkan semua pihak.
“Dengan pengelolaan yang baik, prestasi tetap bisa ditingkatkan meski anggaran terbatas,” ungkap Sadewo.
Pemasangan videotron sebagai media promosi digital di ruang publik seperti GOR Satria juga diyakini mampu menarik minat perusahaan skala lokal maupun nasional.
Mengingat lokasi GOR yang strategis dan memiliki aktivitas rutin, efektivitas penyebaran pesan promosi dinilai tinggi, sehingga menjanjikan nilai komersial yang menarik.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara sektor pemerintahan dan dunia usaha untuk membangun ekosistem olahraga yang mandiri dan berdaya saing.
Optimalisasi fasilitas olahraga melalui iklan digital dan kerja sama sponsor juga menjadi contoh bagaimana ruang publik bisa memberi nilai tambah ekonomi tanpa mengorbankan fungsi sosialnya.
Pemanfaatan potensi aset daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) juga sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kemandirian fiskal.
GOR Satria, yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas olahraga dan hiburan masyarakat Purwokerto, kini diarahkan menjadi aset multifungsi yang mampu menopang pembinaan atlet sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif lokal.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Banyumas menegaskan bahwa prestasi olahraga bisa dibangun dari kerja sama, inovasi, dan keterbukaan pengelolaan. GOR Satria kini bukan hanya pusat aktivitas fisik, tetapi juga ruang investasi sosial dan promosi yang menjanjikan. (alw/stch)
















