Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Banyumas Genjot PAD Lewat Sektor Parkir dan Sampah, Target Rp 2 Triliun Selama Masa Jabatan Bupati

Genjot pad, banyumas optimalkan parkir dan pengelolaan sampahGenjot pad, banyumas optimalkan parkir dan pengelolaan sampah

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas semakin serius dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggali dua sektor strategis yang selama ini belum digarap secara maksimal: parkir dan pengelolaan sampah.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut, target PAD yang dicanangkan saat ini adalah Rp 2 triliun, naik signifikan dari capaian saat ini yang masih di kisaran Rp 1 triliun lebih.

Sadewo mengungkapkan, target ini lahir dari kesepakatan bersama antara legislatif dan eksekutif. Dengan rata-rata pertumbuhan PAD sekitar Rp 200 miliar per tahun, angka tersebut dinilai realistis jika dikelola dengan kolaborasi yang solid.

“DPRD ingin di akhir masa jabatan saya, PAD bisa menyentuh Rp 2 triliun. Saya setuju dan optimistis, karena sekarang sudah lebih dari Rp 1 triliun,” ungkap Sadewo, Kamis (22/5).

Salah satu sektor yang kini sedang digenjot adalah perparkiran. Sadewo menjelaskan bahwa potensi pendapatan dari sektor ini sangat besar. DPRD bahkan telah menaikkan target kontribusi parkir dari Rp 1,5 miliar menjadi Rp 5 miliar.

“Parkir ini contohnya, potensi PAD besar sekali. Dewan juga sudah sepakat menaikkan target,” jelasnya.

Namun perhatian tidak hanya tertuju pada parkir. Pengelolaan sampah juga menjadi fokus utama. Pemkab menilai bahwa pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) berpeluang menjadi sumber PAD baru yang berkelanjutan.

Sadewo menyebut, saat ini RDF Banyumas masih dijual dengan harga yang relatif rendah karena kadar airnya tinggi.

“Sekarang RDF kita jual Rp 330 ribu per ton, sementara Magelang bisa Rp 470 ribu. Nanti kita beli mesin pengering yang bagus, supaya kualitas RDF kita meningkat,” ujar Sadewo.

Banyumas optimalkan parkir dan pengelolaan sampah

Pengadaan mesin baru untuk pemrosesan sampah direncanakan pada tahun 2026. Sebelum RDF dijual, sampah plastik bernilai ekonomi akan dipilah terlebih dahulu dan diolah menjadi bijih plastik yang juga memiliki nilai jual tinggi. Pemkab bahkan sudah menjalin komunikasi dengan beberapa calon investor.

“Sebelum RDF dijual, plastiknya kita ambil dulu untuk bikin bijih plastik. Investor akan kita arahkan untuk kerja sama dengan BIJ,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Banyumas, Samsudin Tirta, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan PAD ini. Ia menilai sektor parkir menyimpan potensi besar jika dikelola dengan sistem yang efisien dan akuntabel.

“Parkir baru menyumbang Rp 1,5 miliar. Padahal kita menargetkan Rp 15 miliar. Kami sudah punya hitungan dan strateginya, bahkan ingin pembayaran parkir terintegrasi dengan pajak kendaraan bermotor. Tidak ada kebocoran sepeser pun,” ucap Samsudin.

Dukungan yang sama juga datang dari Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Subagyo. Ia menilai, potensi PAD Banyumas sangat besar jika sumber daya manusia dan sumber daya alam dapat dikelola secara maksimal, termasuk potensi demografi dan sektor pariwisata.

“Kuncinya adalah optimalisasi. Kita punya SDM, SDA, dan jumlah penduduk yang besar. Jika ASN bekerja dengan efisiensi, PAD Rp 2 triliun itu bukan hal mustahil,” kata Subagyo.

Selain parkir dan sampah, Subagyo juga menyoroti pentingnya menggali potensi PAD dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia menyebut, lahan kosong yang kini belum dimanfaatkan atau belum ada bangunan pun memiliki potensi pajak yang belum tergarap maksimal.

“Potensi lahan ini perlu dikaji lebih jauh. Kita juga akan melakukan riset agar strategi parkir ke depan benar-benar efektif dan efisien,” tutupnya.

Komitmen Pemkab Banyumas dalam menggenjot PAD lewat pendekatan berbasis potensi lokal menjadi sinyal positif untuk kemandirian fiskal daerah. Dengan strategi yang terarah dan dukungan lintas sektor, target Rp 2 triliun bukan sekadar angka di atas kertas. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Diusulkan perubahan batas usia pensiun asn

Korpri Usulkan Perubahan Batas Usia Pensiun ASN hingga 70 Tahun

Berita Selanjutnya
Sidang keliling pa kembali jalan

Sidang Keliling PA Banyumas 2025 Kembali Digelar Usai Pemblokiran Anggaran Dicabut