BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi dibuka untuk Tahun Akademik 2025/2026. Proses pendaftaran dimulai pada 29 Juni dan akan berakhir pada 18 Juli 2025.
Program sekolah kedinasan Kemenhub terbuka bagi lulusan SMA, MA, SMK, atau sederajat melalui jalur pola pembibitan di perguruan tinggi vokasi milik Kemenhub.
Kesempatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor transportasi.
Sekolah kedinasan Kemenhub merupakan institusi pendidikan vokasional yang dirancang khusus untuk mencetak tenaga profesional di bidang transportasi nasional.
Biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh negara, serta disediakan uang saku bagi taruna dan taruni selama masa pendidikan berlangsung.
Lulusan dari sekolah ini diproyeksikan untuk mengisi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga ahli di berbagai instansi dan sektor transportasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mengacu pada Pengumuman Nomor: PG-BPSDMP 1 Tahun 2025 tentang Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan pada Perguruan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Akademik 2025/2026, tersedia total 791 formasi yang dibuka untuk seleksi tahun ini.
Rinciannya mencakup 271 formasi nasional yang dialokasikan langsung oleh Kemenhub, termasuk 10 formasi khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
Sementara itu, pemerintah daerah membuka 505 formasi, dengan tambahan 5 formasi OAP di dalamnya.
Cara Daftar Sekolah Kedinasan Kemenhub
Proses seleksi dilaksanakan secara bertahap dan kompetitif, dimulai dengan pendaftaran daring melalui laman resmi Dikdin BKN.
Selanjutnya, peserta diwajibkan membuat akun SSCASN, memilih satu sekolah kedinasan dari daftar program yang tersedia, dan melengkapi seluruh dokumen persyaratan.
Dokumen yang dibutuhkan meliputi pasfoto berlatar merah ukuran 4×6 cm (120–500 KB), KTP atau KIA, Kartu Keluarga, ijazah atau surat keterangan lulus, nilai rapor semester 1–6, bukti pembayaran formulir, sertifikat prestasi (jika ada), pakta integritas bermaterai Rp10.000, serta surat keterangan asli bagi peserta formasi OAP.
Semua dokumen harus diunggah sesuai dengan format dan ukuran yang telah ditentukan. Pembayaran formulir pendaftaran dilakukan berdasarkan ketentuan dan nomor rekening masing-masing sekolah.
Setelah proses unggah selesai, peserta wajib mencetak kartu pendaftaran sebagai syarat untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan Kemenhub 2025
Jadwal seleksi dimulai dengan tahap seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Juli hingga Agustus 2025.
Tes kesehatan dan psikotes akan digelar pada bulan September, diikuti oleh tes kebugaran dan wawancara yang berlangsung hingga Oktober 2025. Pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan pada Oktober 2025.
Bobot penilaian seleksi dibagi ke dalam beberapa tahap. Seleksi administrasi berfungsi sebagai penyaringan awal.
SKD memiliki bobot 50 persen, yang terdiri atas tiga subtes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Selanjutnya, peserta akan menjalani tes kesehatan dan psikotes, yang bersifat menggugurkan. Tahap terakhir meliputi tes kebugaran, wawancara, serta penilaian prestasi yang memiliki bobot penilaian gabungan sebesar 50 persen.
Perlu dicatat, nilai SKD dapat digunakan kembali untuk seleksi dua tahun berikutnya, selama masih dalam masa berlaku.
Pendaftaran sekolah kedinasan Kemenhub tahun 2025 menjadi peluang strategis untuk memperoleh pendidikan berkualitas, bebas biaya, serta prospek karier yang jelas di sektor transportasi dan pemerintahan.
Dengan total formasi yang cukup besar dan fasilitas pendidikan yang terstandar nasional, program ini menjadi salah satu jalur terbaik untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperkuat SDM transportasi Indonesia ke depan. (fam)
















