BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Mantan anggota JKT48, Nabilah Ayu, kembali menjadi sorotan media berkat kisah cintanya yang belum mencapai titik kepastian. Banyak yang berspekulasi bahwa proses taaruf yang dijalani Nabilah berakhir gagal, tetapi penyanyi dan aktris muda ini cepat-cepat mengoreksi pandangan tersebut.
“Bukan gagal, tapi emang belum,” ujar Nabilah dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan.
Nabilah mulai mengenal konsep taaruf setelah ia memutuskan untuk mengenakan hijab. Bagi perempuan kelahiran 1999 ini, taaruf adalah cara yang lebih damai untuk mengenal calon pasangan tanpa terjebak dalam perasaan yang berlebihan.
“Itu kan lebih ke pengenalan tentang bagaimana pasangan kita. Istilahnya udah pengin serius ke pernikahan,” jelasnya.
Meskipun proses taaruf sebelumnya tidak berlanjut ke jenjang yang lebih serius, Nabilah menolak menyebutnya sebagai kegagalan. Saat ini, ia memilih untuk memberi jeda dan lebih fokus pada pengembangan diri serta kariernya.
“Tanpa taaruf aku agak takut. Saat ini aku belum mulai lagi, lagi fokus ke karier,” ujar pelantun lagu ‘Heavy Rotation’ tersebut.
Ketika berbicara tentang kriteria pria idaman, Nabilah tidak memiliki permintaan yang berlebihan.
Ia menginginkan sosok suami yang dewasa, pengertian, dan mampu membangun hubungan yang stabil. Namun, ia menekankan bahwa keputusan akhir bukan hanya miliknya; ibunya juga memainkan peran penting dalam memilih calon pasangan.
“Kadang bingung, ada cowok mau taaruf, mama srek, akunya belum. Aku sekarang lagi belajar memantaskan diri,” tuturnya dengan jujur.
Nabilah menekankan bahwa dalam membangun rumah tangga, keselarasan visi dan misi sangatlah penting. Jika hanya satu pihak yang siap, maka akan terjadi ketimpangan di kemudian hari.
“Kalau sama-sama (memantaskan diri), kan enak. Nggak ada perbedaan visi misi lagi,” tambahnya dengan bijak.
Nama Raymond Chin, seorang YouTuber dan motivator muda, sempat menjadi bahan pembicaraan karena dikaitkan dengan Nabilah Ayu. Keduanya tampak akrab dalam beberapa konten dan bahkan hadir dalam acara pengajian bersama Ustaz Felix Siauw.
Namun, Nabilah cepat-cepat membantah rumor asmara tersebut. “Itu cuma rekan podcast aja. Nggak ada yang spesial,” tegasnya.
Saat ini, Nabilah Ayu memilih untuk lebih mendalami pemahaman tentang taaruf dan memperbaiki diri sebelum memulai kembali proses tersebut.
Menurutnya, proses taaruf yang dijalani harus dilandasi dengan niat yang tulus dan kesiapan mental yang matang, tidak sekadar mengikuti tren atau tekanan sosial.
Dia percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk menemukan pasangan yang tepat dan ia tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan besar.
Sebagai seorang selebriti, Nabilah menyadari bahwa kehidupannya selalu menjadi sorotan publik.
Oleh karena itu, ia berusaha untuk lebih bijak dalam mengambil langkah, termasuk dalam urusan pribadi seperti taaruf. Baginya, proses ini adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan atau dipercepat.
Selain itu, Nabilah juga menggunakan waktu ini untuk memperkuat fondasi spiritualnya dan meningkatkan kualitas diri, baik sebagai individu maupun sebagai profesional di industri hiburan. Baginya, menjadi pribadi yang lebih baik adalah langkah pertama sebelum memulai hubungan yang serius.
Ia berpendapat bahwa kesuksesan dalam hubungan tidak hanya ditentukan oleh kecocokan, tetapi juga oleh kesiapan setiap individu untuk saling mendukung dan memahami satu sama lain.
Melalui pendekatannya yang penuh pertimbangan ini, Nabilah berharap dapat menemukan pasangan yang sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip hidupnya.
Walaupun perjalanan ini mungkin memakan waktu, ia meyakini bahwa hasilnya akan sepadan dengan usaha dan kesabaran yang telah ia tanamkan.
Baginya, setiap langkah yang diambil harus memberikan arti dan membawa kedamaian, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Dengan segala persiapan yang dilakukannya, Nabilah optimis bahwa pada waktunya ia akan menemukan sosok yang tepat untuk mendampinginya dalam mengarungi kehidupan.
Hingga saat itu tiba, ia berkomitmen untuk terus berkarya dan menginspirasi banyak orang melalui kerja keras dan dedikasinya. (*stch)
















