Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tidak Ada Undangan, Joko Widodo Absen Upacara Hari Lahir Pancasila

Jokowi Tak Hadiri Upacara PancasilaJokowi Tak Hadiri Upacara Pancasila
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, tidak hadir dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 1 Juni.

Ketidakhadiran Jokowi ini disebabkan karena hingga pelaksanaan upacara, pihaknya tidak menerima undangan resmi atau bentuk komunikasi lain mengenai agenda tersebut.

Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, menjelaskan bahwa mereka belum mendapatkan undangan baik dalam bentuk surat resmi maupun komunikasi lainnya terkait upacara ini. Hal ini mendorong Jokowi untuk tetap berada di Solo sepanjang hari.

“Hingga pagi hari ini (kemarin), kami belum menerima undangan untuk Bapak Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila,” ungkap Syarif melalui keterangan tertulis pada Senin (1/6).

Syarif menegaskan bahwa sampai dengan Senin pagi, tidak ada surat resmi atau komunikasi lainnya yang diterima oleh pihak Jokowi.

Akibatnya, mantan Presiden RI tersebut memilih untuk tetap berada di kediamannya di Solo.

“Tidak ada undangan baik berupa surat resmi maupun komunikasi lainnya,” imbuhnya.

Dari pantauan media di Solo, terlihat bahwa Joko Widodo menghabiskan waktu di kediamannya yang terletak di kawasan Sumber, Banjarsari sejak pagi hari.

Selama libur panjang Waisak 2570 BE/2026, Jokowi tampak melayani warga yang mengantre untuk berfoto bersamanya.

Pada sekitar pukul 12.33 WIB, ia terlihat meninggalkan kediamannya mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Hingga saat itu, tidak ada agenda keberangkatan ke Jakarta untuk menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait ketidakadaan undangan untuk Jokowi.

Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina juga belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi melalui pesan tertulis.

Sebelumnya, Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto sempat menginformasikan bahwa BPIP berencana mengundang seluruh Presiden dan Wakil Presiden RI periode sebelumnya untuk hadir dalam upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini.

“Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama dan kolaboratif semuanya. Semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya,” kata Tonny saat konferensi pers di Kantor BPIP yang berlokasi di Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (29/5).

Tonny juga menyebutkan bahwa kepastian daftar tamu yang akan hadir direncanakan akan diumumkan menjelang pelaksanaan upacara.

Namun demikian, hingga saat pelaksanaan berlangsung pada 1 Juni, Jokowi dipastikan tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai hubungan antara mantan presiden dengan lembaga pemerintah serta acara-acara kenegaraan lainnya.

Masyarakat pun mulai bertanya-tanya tentang bagaimana sebuah undangan resmi bisa tidak sampai kepada seorang presiden yang sedang menjabat sebelumnya.

Lebih jauh lagi, situasi ini mencerminkan tantangan dalam komunikasi antar lembaga pemerintahan serta pentingnya koordinasi yang baik agar semua pihak terlibat dalam acara-acara penting negara seperti peringatan Hari Lahir Pancasila yang merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Hari Lahir Pancasila sendiri diperingati setiap tanggal 1 Juni sebagai pengingat nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan ideologi yang menjadi landasan negara kesatuan Republik Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila harus terus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kehadiran para mantan pemimpin negara dalam acara-acara seperti ini seharusnya menjadi simbol persatuan dan kerjasama antar generasi pemimpin bangsa.

Namun ketidakhadiran Jokowi seakan menunjukkan adanya masalah komunikasi yang perlu segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebagai refleksi atas pentingnya acara ini bagi masyarakat Indonesia dan perjalanan sejarah bangsanya sendiri, seharusnya semua pihak memahami betapa krusialnya momen-momen seperti peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai sarana untuk merayakan kesatuan dan keragaman bangsa.

Penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa komunikasi informasi berjalan dengan lancar guna mendukung penyelenggaraan acara-acara penting negara tanpa ada hambatan seperti yang terjadi kali ini.

Hal ini tentunya juga menjadi cerminan dari sikap profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan demi kemajuan bangsa.

Dengan situasi ini menjadi bahan refleksi bagi kita semua sebagai bagian dari masyarakat Indonesia untuk selalu menghargai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi negara kita serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
30 Pensiunan Jadi Korban Penipuan

Mantan Pegawai Bank Diduga Tipu 30 Pensiunan Banyumas, Kerugian Capai 2,5 Miliar

Berita Selanjutnya
MALIGO Borong Medali Kejurkab Pagarnusa

6 Atlet SMK Ma’arif 5 Gombong Sabet Juara di Kejuaraan Pagar Nusa Kebumen X