BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOREJO – Sebuah insiden terjadi di Pantai Genjik, Desa Kertojayan Kecamatan Grabag, Purworejo, saat pelaksanaan tradisi Sedekah Laut pada Minggu (20/7).
Tiga perahu nelayan terbalik akibat dihantam ombak besar. Beruntung, seluruh nelayan yang terlibat dalam kejadian tersebut berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 11.30 ketika sekitar 20 perahu nelayan beriringan mengantar perahu utama yang membawa sesaji ke tengah laut.
Gelombang yang cukup tinggi diduga menjadi penyebab tiga perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Salah seorang nelayan, Warsito, menjelaskan bahwa setelah insiden tersebut, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke selatan demi keselamatan para nelayan.
“Ketinggian ombak kira-kira lima meter. Kami memilih membantu teman yang perahunya terbalik. Alhamdulillah semua nelayan selamat tapi satu perahu patah,” ujar Warsito.
Para nelayan telah mengantisipasi kemungkinan bahaya dengan mengenakan pelampung dan saling membantu satu sama lain.
Meski sempat memicu kepanikan di antara sebagian pengunjung, acara larungan tetap berlangsung meriah.
Ribuan warga memenuhi bibir pantai untuk menyaksikan tradisi budaya ini, yang rutin digelar setiap tahun sebagai ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Dalam acara tersebut, berbagai sesaji seperti kepala kambing kendit, gunungan hasil bumi, jenang abang-putih, kembang tujuh rupa, dan miniatur rumah joglo dilarung ke laut.
Ini adalah simbol pengharapan akan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir. Setelah sesaji dilarung ke laut, jajanan pasar yang menghiasi kapal sesaji langsung diperebutkan oleh para pengunjung sehingga menambah semarak suasana.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi turut hadir dalam acara tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari penguatan jati diri masyarakat serta sektor pariwisata daerah.
“Kegiatan ini adalah tradisi warisan budaya lokal yang patut dijaga karena mencerminkan kearifan masyarakat pesisir dalam menjaga harmoni dengan alam,” ungkap Dion.
Dion juga menggarisbawahi bahwa sedekah laut ini sejalan dengan visi Purworejo Berseri yang mendorong masyarakat religius serta berdaya saing dan inovatif.
Ia berharap sedekah laut tahun ini membawa berkah berupa keselamatan dan hasil laut melimpah bagi seluruh nelayan dan warga Kertojayan.
Kepala Desa Kertojayan Tri Rapi Pangestuti menambahkan bahwa sedekah laut merupakan salah satu momen penting bagi nelayan sebagai wujud syukur atas banyaknya kemajuan di Pantai Genjik. Harapannya adalah agar kemajuan ini mampu meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
“Kami telah menerima bantuan Rp600 juta untuk pembangunan musala, MCK, dan TPI. Ke depan akan dibangun TPI modern, sentra kuliner hingga pabrik es,” jelas Tri Rapi Pangestuti sambil berharap proyek-proyek tersebut dapat segera terealisasi demi kemajuan desa mereka. (*stch)
















