Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ujian Madrasah Berbasis Android di MTs Negeri 2 Kebumen Tuai Pujian

MTsN 2 Terapkan Ujian Berbasis AndroidMTsN 2 Terapkan Ujian Berbasis Android
UJIAN: Siswa kelas IX MTs Negeri 2 Kebumen tengah menjalani Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam langkah progresif menuju modernisasi pendidikan, MTs Negeri 2 Kebumen telah melaksanakan Ujian Madrasah untuk Tahun Pelajaran 2025/2026 selama sepekan, tepatnya dari tanggal 20 hingga 25 April 2026.

Ujian kali ini menarik perhatian karena dilaksanakan dengan cara yang inovatif, yaitu menggunakan perangkat berbasis Android.

Semua peserta ujian, yang merupakan siswa kelas IX, mengerjakan soal-soal ujian melalui gadget digital.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi teknologi yang semakin merambah ke lingkungan madrasah. Sejak hari pertama pelaksanaan ujian, suasana berlangsung tertib dan lancar.

Panitia penyelenggara melakukan pengawasan secara ketat untuk memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Memasuki hari ketiga ujian, siswa dihadapkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Fiqih.

Di dalam ruang ujian, tampak suasana yang kondusif dengan para peserta menunjukkan konsentrasi tinggi serta keseriusan dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

Salah satu peserta ujian, Reicha Noutraini, menyatakan kebahagiaannya mengikuti ujian tersebut.

Ia memberikan apresiasi kepada kinerja panitia yang dinilai sigap dan siap membantu, sehingga menciptakan suasana ujian yang nyaman dan mendukung konsentrasi belajar.

“Dengan adanya dukungan dari panitia, saya merasa lebih tenang dan fokus saat mengerjakan soal-soal ujian,” ungkap Reicha.

Ujian Madrasah ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Nomor 694 Tahun 2024.

Regulasi ini menegaskan bahwa ujian merupakan salah satu bentuk evaluasi hasil belajar dari seluruh mata pelajaran, guna mengukur capaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh.

Dengan demikian, tujuan utama dari Ujian Madrasah adalah untuk memberikan gambaran jelas tentang kemampuan akademik siswa.

Reicha juga menambahkan tentang kemudahan yang diperoleh melalui pengerjaan soal menggunakan perangkat digital.

“Sistem ujian digital ini sangat membantu kami,” kata Reicha.

“Dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti pengacakan soal dan pilihan jawaban, timer per soal, lock screen, hingga deteksi perpindahan aplikasi.”

Fitur-fitur tersebut tidak hanya membuat proses ujian lebih menarik tetapi juga meningkatkan keadilan dalam penilaian.

Penerapan teknologi dalam pelaksanaan Ujian Madrasah ini diharapkan dapat menjamin integritas ujian lebih baik daripada metode konvensional berbasis kertas.

“Kami berharap dengan penggunaan sistem digital ini mampu meminimalkan potensi kecurangan serta meningkatkan kualitas penilaian hasil belajar siswa secara lebih objektif, transparan, dan akuntabel,” tutup Reicha.

Inovasi seperti ini tentunya menjadi langkah penting bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Dengan pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam proses evaluasi pendidikan, diharapkan kualitas pendidikan dapat meningkat secara signifikan. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Usaha Arang Bakau Dikeluhkan

Diduga Cemari Udara, Usaha Arang Bakau di Cilacap Dikeluhkan Warga

Berita Selanjutnya
Persibangga Siap Hadapi Persak Lagi

Persibangga Purbalingga vs Persak Kebumen, Uji Coba Jelang Liga 4 Nasional 2026