Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Titiek Soeharto Apresiasi Tambak Udang Modern Kebumen, Produktivitas Capai 40 Ton per Hektare

Komisi IV DPR RI Puji Kualitas Udang BUBKKomisi IV DPR RI Puji Kualitas Udang BUBK
KUNJUNGAN: Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto melakukan kunjungan kerja ke Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Sabtu (11/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan sektor perikanan budidaya nasional, khususnya tambak udang modern yang saat ini menjadi salah satu proyek unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kedatangan Titiek Soeharto disambut oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani, Anggota DPR RI Darori Wonodipiro, jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah pejabat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau berbagai fasilitas yang terdapat di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), mulai dari area pemantauan di rooftop, proses penebaran benur untuk siklus budidaya ke-9, panen parsial udang, hingga fasilitas pengolahan hasil budidaya.

Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kabupaten Kebumen merupakan salah satu contoh pengembangan tambak udang modern yang menerapkan teknologi budidaya secara terintegrasi.

Sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas tambak sekaligus menjaga kualitas hasil panen agar memenuhi standar ekspor.

Keberhasilan pengelolaan kawasan tersebut menjadi perhatian khusus karena mampu mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi kawasan ekonomi bernilai tinggi.

Dalam kunjungannya, Titiek Soeharto memberikan apresiasi terhadap pengelolaan tambak udang modern di Kebumen.

Menurutnya, produktivitas tambak yang mencapai sekitar 40 ton per hektare dalam setiap siklus budidaya merupakan pencapaian yang sangat baik dan layak dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Titiek Soeharto juga menegaskan bahwa kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi udang berkualitas ekspor, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat pesisir yang ingin mengembangkan usaha budidaya udang modern.

Dengan dukungan teknologi, manajemen yang baik, dan pendampingan dari pemerintah, kawasan seperti ini dinilai mampu meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional.

Ia berharap konsep Budidaya Udang Berbasis Kawasan dapat direplikasi di berbagai daerah yang memiliki potensi pesisir.

Menurutnya, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat dikembangkan menjadi kawasan budidaya udang produktif.

Selain memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, pengembangan sektor perikanan juga berkontribusi dalam penyediaan sumber protein hewani bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI ke kawasan BUBK Kebumen.

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk terus mengembangkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen mendukung keberlanjutan operasional Budidaya Udang Berbasis Kawasan melalui sinergi bersama pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan.

Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Selain menghasilkan komoditas udang berkualitas tinggi, kawasan BUBK Kebumen juga diharapkan berkembang sebagai pusat edukasi dan pelatihan bagi para pembudidaya.

Dengan adanya transfer pengetahuan mengenai teknologi budidaya modern, masyarakat dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha perikanan secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Keberhasilan Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen menjadi bukti bahwa pengelolaan tambak berbasis teknologi mampu menghasilkan produktivitas tinggi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan pesisir.

Dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan pengembangan budidaya udang modern tidak hanya memberikan manfaat bagi Kabupaten Kebumen, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk memanfaatkan potensi kelautan secara optimal.

Dengan demikian, sektor perikanan budidaya diharapkan mampu terus berkembang, meningkatkan ekspor nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bernadya Pilih Ngekos Meski Punya Dua Rumah

Punya Dua Rumah di Jakarta, Bernadya Justru Betah Tinggal di Kos

Berita Selanjutnya
Bahlil Tegaskan Golkar Kawal Pemerintahan Prabowo Gibran hingga Tuntas

Bahlil Lahadalia Pastikan Golkar Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Sampai Akhir Masa Jabatan