Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Kuasa Hukum Beberkan Fakta Akta 39 yang Tak Dijalankan
Pendopo Gunungan Desa Bocor Kebumen Diresmikan, Warga Kini Punya Pusat Aspirasi dan Edukasi

Pendopo Gunungan Desa Bocor Kebumen Diresmikan, Warga Kini Punya Pusat Aspirasi dan Edukasi

Pendopo Gunungan Jadi Ikon Baru RagayudanPendopo Gunungan Jadi Ikon Baru Ragayudan
CERIA: Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menghadiri peresmian Pendopo Gunungan di Desa Bocor, Buluspesantren, Minggu (12/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dusun Ragayudan, Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, kini memiliki ikon baru yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang berkumpul masyarakat.

Pendopo Gunungan resmi dibuka untuk umum dalam sebuah acara yang dihadiri Rais ‘Aam Jami’yyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), KH Achmad Chalwani Nawawi, serta Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani.

Kehadiran bangunan tersebut menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan spiritual warga.

Pendopo Gunungan dibangun sebagai fasilitas multifungsi yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, mencari solusi atas berbagai persoalan, hingga melaksanakan kegiatan edukasi.

Dengan konsep tersebut, pendopo diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat yang bermanfaat bagi berbagai kalangan. Prosesi peresmian berlangsung melalui dua agenda simbolis.

KH Achmad Chalwani Nawawi meresmikan Pendopo Gunungan sebagai Majelis Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, sedangkan Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani meresmikannya sebagai Pusat Aspirasi, Solusi, dan Edukasi Bauran Warga atau PASEBAN.

Dua fungsi tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga pendopo mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Inisiator pembangunan Pendopo Gunungan, Sularso, menjelaskan bahwa pendirian bangunan tersebut merupakan bentuk kontribusi masyarakat dalam menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan bersama.

Menurutnya, pendopo tidak hanya menjadi tempat berkumpul para santri dan jamaah tarekat, tetapi juga terbuka bagi seluruh warga yang ingin berdiskusi, menyampaikan gagasan, maupun mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia berharap keberadaan Pendopo Gunungan mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjadi sarana membangun budaya musyawarah.

Selain itu, berbagai kegiatan edukasi dan pembinaan masyarakat juga diharapkan dapat berkembang melalui pemanfaatan fasilitas tersebut.

Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Dusun Ragayudan yang berhasil mewujudkan pembangunan pendopo tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Pendopo Gunungan menjadi bukti bahwa kolaborasi masyarakat mampu menghasilkan fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang.

Bupati menilai pendopo tersebut merupakan aset bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.

Ia berharap tempat itu dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan perkembangan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kebumen, khususnya di wilayah selatan.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Beberapa ruas jalan yang telah selesai dibangun antara lain jalur Bocor–Kejayan, Jatisari–Bocor, serta Muktisari–Bocor.

Sementara itu, pembangunan ruas Jalan Arjowinangun–Banjurmukadan dan Adikarso–Sangubanyu saat ini masih berada dalam proses tender sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jalan yang baik akan mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah akses pendidikan, mempercepat pelayanan publik, serta memperlancar mobilitas warga di berbagai sektor.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.

Dengan dukungan masyarakat, berbagai program pembangunan diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.

Kehadiran Pendopo Gunungan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi masyarakat dan pemerintah dapat melahirkan fasilitas yang memiliki nilai sosial, budaya, dan keagamaan.

Selain menjadi pusat aktivitas spiritual melalui Majelis Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, pendopo juga diharapkan berkembang sebagai ruang dialog, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui fungsi PASEBAN.

Dengan perpaduan antara kegiatan keagamaan, sosial, serta dukungan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, Pendopo Gunungan di Desa Bocor diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat yang mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas kehidupan warga, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Kebumen. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tak Mau Mediasi di Luar Pengadilan

Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak, Kuasa Hukum Beberkan Fakta Akta 39 yang Tak Dijalankan